Berita

Saleh P Daulay

BOM SOLO

Bom Solo Bukti Indonesia Masih Dijajah Pelaku Teror

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2011 | 16:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Aksi bom bunuh diri sama sekali tidak bisa dibenarkan. Apalagi aksi itu dilakukan sebuah rumah ibadah, dalam hal ini di Gereja Bethel Injil Semesta (GBIS), Solo, Jawa Tengah. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah mengutuk keras aksi kejahatan kemanusiaan tersebut.

"Apa yang dilakukan pelaku bertentangan secara vertikal dengan  prinsip-prinsip ketuhanan dan secara horizontal bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan," kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Karena berlawanan dengan dua prinsip di atas, lanjut Saleh, maka segala aksi kekerasan harus dibumihangsukan dari bumi Indonesia yang cinta damai.


"Karena itu, Pemuda Muhammadiyah mengimbau semua elemen pemuda, anak  bangsa bahu-membahu segera merapatkan barisan tanpa memandang suku, agama dan ras untuk memberantas tindakan yang tidak berketuhanan dan berkemanusiaan semacam itu," ajaknya.
 
Aksi kekerasan dan bom bunuh diri yang masih saja terjadi membuktikan bahwa saat ini Indonesia sedang dijajah oleh perilaku teror. Hal ini harus menjadi kesadaran bersama. Makanya, Saleh mengingatkan, sudah seharusnya para pemuda dan umumnya semua komponen anak bangsa melakukan perlawanan.

"Perlawanan pertama, bila ternyata ada orang di sekitar kita yang dicurigai akan sedang melakukan perencanana terorisme, segera laporkan ke polisi. Itu hard fight," bebernya.

"Kedua, soft fight. Kita harus mengantisipasi jangan sampai ada saudara, kader, dan teman kita yang direkrut melakukan tindakan teror. Soft fight adalah perlawanan dalam bentuk antisipasi melalui pendidikan, ekonomi, dan anti radikalisasi di masyarakat," sambungnya.

Dua bentuk perlawanan ini, tambah Saleh, harus sama-sama dikerjakan dalam memberantas tindakan terorisme. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya