patrice rio capella/ist
patrice rio capella/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang harus merombak Kabinet Indonesia Bersatu II untuk memberikan harapan kepada masyarakat bahwa di sisa masa pemerintahannya, yang tinggal tiga tahun lagi ini, bisa melakukan perbaikan di negeri ini.
Apalagi, kata Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Presiden SBY sendiri sudah membentuk Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan untuk menilai kinerja menteri. Kalau memang Presiden tidak memanfaatkan penilaian lembaga yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto itu untuk mengevaluasi para pembantunya, buat apa SBY membentuk lembaga tersebut di awal KIB II.
"Presiden juga mengatakan akan mengevaluasi kapan pun kabinet ini, enam bulan, setahun dan sebagainya. Ini sudah dua tahun. Kalau kemudian reshuffle ini tidak terjadi, maka publik akan menduga bahwa persolaan kesemrawutan sebenarnya ada di Presiden sendiri. Presiden menjadi sumber persoalan karena tidak delivered ke menteriya," kata Rio kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Senin, 27 April 2026 | 03:42
Senin, 27 April 2026 | 03:21
Senin, 27 April 2026 | 02:58
Senin, 27 April 2026 | 02:35
Senin, 27 April 2026 | 02:12
Senin, 27 April 2026 | 01:51
Senin, 27 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 01:12
Senin, 27 April 2026 | 00:45
Senin, 27 April 2026 | 00:42