Berita

dahnil anzar simanjuntak

Banggar DPR Sendiri yang Membuktikan Ada Mafia

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2011 | 11:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Keputusan Badan Anggaran DPR yang menghentikan pembahasan RAPBN 2012 hanya karena empat pimpinannya diperiksa KPK terkait kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus dipersoalkan. Sikap Banggar DPR itu merupakan pengabaian atas kepentingan rakyat.

Hal itu diungkap ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

"Sikap mogok membahas RAPBN 2012 itu merupakan sikap abai (atas) kepentingan rakyat. Kalau mereka bisa ngambek, rakyat juga bisa ngambek donk. Rakyat bisa ngambek stop bayar pajak dan tak ikut memilih dalam Pemilu alias golput," kata Dahnil.


Dan yang tak terbayangkan oleh Tamsil Linrung Cs adalah bahwa sikap mereka itu seolah mempertegas dugaan selama ini bahwa ada permainan anggaran di Banggar dan banyak bandit anggaran di Banggar.

Sementera itu, negara-negara lain saat ini sedang sibuk merancang APBN mereka untuk mengantisipasi krisis ekonomi dengan berbagai tantangannya. Banggar, masih kata Dahnil, malah sibuk mempolitisir RAPBN 2012.

"Saya semakin pesimis Indonesia mampu mengantisipasi potensi krisis global mampir ke Indonesia," ungkapnya.

Dengan sikap Banggar itu pula, Dahnil pesimis Indonesia bisa memanfaatkan momentum pergeseran pertumbuhan ekonomi yang sedang bergerak ke Asia. Dikuatirkan, justru Indonesia akan terimbas krisis AS dan Eropa sikap Banggar DPR tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya