Berita

Akbar Tanjung/ist

Akbar Tanjung Dorong Reshuffle Karena SBY Pernah Mengeluh

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2011 | 10:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mengakui dirinya termasuk orang yang mengusulkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya merombak Kabinet Indonesia Bersatu II. Hal ini didasarkan pada tidak adanya peningkatan kerja-kerja menteri.

Hal itu dikatakan Akbar saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini.

"Karena dalam dua tahun kepemimpinan beliau dengan kabinet sekarang ini, kelihatan kinerjanya tidak memperlihatkan adanya perbaikan. Tidak memperlihatkan satu kinerja yang baik. Dan itu terlihat dari opini publik dan survei yang mengatakan tingkat kepuasaan publik hanya 37,7 persen (LSI). Berarti di bawah 50 persen. Ini kan ada sesuatu (yang salah)," ungkapnya.


Apalagi, selain tidak adanya peningkatan kinerja, usulan reshuffle juga disampaikan, karena Presiden SBY pernah mengeluh bahwa banyak instruksinya yang tidak dijalankan oleh para menteri.

"Beliau (SBY) sendiri mengatakan kabinet ini tidak efektif. Banyak perintah dia tidak berjalan. Atas dasar itu semunya, momentum sekarang ini digunakan oleh beliau untuk merombak kabinet. Dalam arti adanya reshuffle," kata mantan Ketua DPR ini.

Nah soal siapa yang akan dicopot, Presiden bisa mendengar masukan dari UKP4, yang memang bekerja menilai kinerja kabinet. Presiden juga bisa mendengar masukan dari masyarakat, termasuk hasil survei, selain penilaian Presiden sendiri.

"Pendekatan dia dalam merombak kabinet sebaiknya atas dasar kemampuan, kapabilitas, kompetensi, pengalaman yang cukup. Baru ditambah lagi keterwakilan dari (partai) politik, bisa juga. Tapi yang utama menurut saya adalah kemampuan, kapabilitas (menteri)," tandasnya.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya