Megawati Soekarnoputri/ist
Megawati Soekarnoputri/ist
RMOL. Kesedian Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tanpa ditemanin pengacara tak semestinya ditanggapi berlebihan. Makanya, apresiasi yang diberikan sejumlah kalangan kepada Anas dinilai berlebihan.
"Berlebihan sih. Menurut saya kita harus proporsional dulu. Kita lihat dulu bukti-buktinya. Kehadiran dia sebagai warga negara itukan kewajiban," kata Jurubicara Komite Pengawas KPK untuk Kasus Nazaruddin Boni Hargens kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Cuman memang, Boni mengakui, bahwa dibanding Megawati Soekarnoputri, seperti yang disindir sejumlah politisi Demokrat, kesediaan Anas lebih baik dari Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut. Karena Mega yang rencananya akan diperiksa sebagai saksi dalam saksi kasus travel cek yang banyak melibatkan anak buahnya akhirnya tidak jadi.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Senin, 27 April 2026 | 03:42
Senin, 27 April 2026 | 03:21
Senin, 27 April 2026 | 02:58
Senin, 27 April 2026 | 02:35
Senin, 27 April 2026 | 02:12
Senin, 27 April 2026 | 01:51
Senin, 27 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 01:12
Senin, 27 April 2026 | 00:45
Senin, 27 April 2026 | 00:42