Berita

anis matta/ist

RESHUFFLE FOR LOGISTIK 2014?

Tahu Sama Tahulah Nis!

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2011 | 07:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta tidak perlu curiga reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II akan dijadikan sebagai sarana untuk mengumpulkan logistik sebagai persiapan pemilihan umum 2014. Karena memang hal itu sudah umum diketahui.

"Saya kira sudah dari dulu ya seperti itu. Tidak perlu kata-kata dicurigai dan seterusnya, sudahlah, sudah tahu sama tahu," kata pengamat politik Hanta Yuda AR kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Lanjut Hanta, secara tidak langsung, memang, kader-kader partai yang duduk, tidak hanya di kabinet, tapi juga di parlemen, dijadikan sebagai kasir untuk mengumpulkan pundi-pundi partai. Kasus suap di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja yang disebut-sebut juga melibatkan Badan Anggaran DPR adakah buktinya.


"Kalau pun itu ada, itu sudah menjadi rahasia umum dengan kasus-kasus belakangan ini yang terjadi bahwa partai kerap menjadikan kadernya-kadernya, tidak hanya di kementerian, tapi juga di parlemen menjadi kasir partai untuk mengisi pundi-pundi partai. Jadi ini problem pendanaan partai. Kalau ini panjang diskusinya," ungkap peneliti The Indonesian Institute ini.

Tetapi, tambah Hanta, untuk meminimalisir kecurigaan Anis Matta itu, Presiden SBY harus mempertimbangkan hal kalau memang mau merombak kabinet. Yaitu, berdasarkan kinerja, penerimaan publik, dan terakhir, ini hanya dijadikan pertimbangan tambahan, yaitu alasan komposisi politik. "(Tiga alasan itu) itu jauh lebih penting (diperhatikan)," tegasnya.

Meski begitu, dia tidak yakin bahwa tujuan reshuffle untuk meningkatkan kinerja dan memenuhi kesejahteraan rakyat akan tercapai. Karena kerap kali, perombakan kabinet nuansa kompromi politiknya lebih besar.

Anis Matta mengungkapkan kecurigannya bahwa reshuffle untuk kepentingan 2014 salah satunya karena yang diwacanankan untuk dirombak adalah kementerian yang dikenal 'basah', seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya