Berita

presiden sby/ist

Ketidakjelasan SBY yang Membuat Anis Curiga Reshuffle untuk 2014

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2011 | 10:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wacana reshuffle yang terus berulang-ulang dalam dua tahun belakangan ini membuat banyak pihak menduga-duga motif di balik isu tersebut. Ada yang menduga, wacana reshuffle untuk pengalihan isu, peningkatkan posisi tawar, hingga kecurigaan Anis Matta, Sekjen PKS, bahwa reshuffle hanya untuk kepentingan pengumpulan logistik 2014.

"Banyak terkaan-terkaan publik yang disebabkan Pak SBY itu selalu melempar kan wacana. Padahal dalam sistem presidensial, reshuffle itu sangat mudah sekali bagi Presiden. Kapan pun dia mau lakukan. Hari ini dia panggil menteri, (lalu SBY bilang) kamu saya ganti juga boleh," kata pengamat politik Hanta Yuda AR kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Karena itu, agar tidak semakin banyak praduga yang berkembang di masyarakat, dia menyarankan, kalau memang Presiden mau me-reshuffle kabinet, segera memberikan kepastian. Sebaiknya, SBY langsung mengatakan kepada publik bahwa reshuffle akan diumumkan minggu depan atau langsung merombak kabinet hari itu juga. "Jadi tidak gembor-gembar," tegas penulis buku Presidensialisme Setengah Hati: dari Dilema ke Kompromi ini.


Pengamat dari The Indonesian Institute ini sendiri sepakat dengan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II. Bahkan, menurutnya, Presiden mestinya melakukan itu pada tahun pertama. Meski begitu, tidak mempermasalahkan, bila perombakan kabinet itu dilakukan memasuki tahun kedua. Karena dia berprinsip, lebih baik terlambat dari tidak sama sekali. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya