Berita

presiden sby/ist

RESHUFFLE UNTUK 2014?

Pendukung Hatta: Anis Matta Tak Selayaknya Curiga...

RABU, 21 SEPTEMBER 2011 | 13:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagai Sekjen DPP PKS, yang merupakan bagian dari partai koalisi pemerintahan SBY-Boediono, Anis Matta tak selayaknya mencurigai bahwa tujuan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II hanya untuk kepentingan pengumpulan logistik 2014. Kecurigaan itu terlalu sinikal dan sempit.

Hal itu dikatakan Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.

"Sebaiknya (Anis) memberikan pandangan yang konstruktif agar Presiden memiliki masukan berharga untuk menata ulang kabinet," ungkap Bima menyarankan Anis.


Berdasarkan informasi yang didengarnya, Presiden akan me-reshuffle KIB II dengan tiga landasan. Yaitu, kinerja menteri, ini yang paling penting; fakta integritas yang ditandatangi pada tahun 2009, apakah ada kesepakatan yang dilanggar atau tidak; dan unsur subjektifitas Presiden.

"Ini terkait dengan penilaian Presiden atas kapasitas pembantunya. Misalnya komunikasi publik dan kemampuan koordinasi. Ini yang menjadi titik lemah di banyak kementerian, tak mampu mengkomunikasikan capaian atau lemah dalam koordinasi sektoral," ungkapnya.

PAN sendiri, masih kata politikus muda ini, siap menghadapi segala kemungkinan yang akan diambil Presiden. "PAN tidak akan mempertahankan menterinya yang dianggap tidak maksimal oleh Presiden," aku Bima.

Anis Matta sendiri mengungkapkan kecurigannya itu tadi malam.

"Kita melihat ada gelagat isu ini sebagai upaya pengaturan logistik Pemilu 2014 dibanding sebagai penguatan kabinet. Kita khawatir SBY mendapat masukan yang tujuannya bukan untuk perbaikan kinerja tapi untuk akselerasi logistik Pemilu 2014," demikian Wakil Ketua DPR ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya