Berita

RESHUFFLE KIB II

Demokrat Sayangkan PKS Tak Secantik PDIP

RABU, 21 SEPTEMBER 2011 | 08:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera tampaknya semakin meneguhkan diri sebagai partai yang kerap tidak sejalan dengan partai pimpinan koalisi, Partai Demokrat. Termasuk dalam wacana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II.

Di tengah menguatnya wacana kocok ulang tersebut, Sekjen PKS Anis Matta justru mencurigai bahwa kocok ulang itu dimaksudkan untuk kepentingan pengumpulan logistik pada 2014. Karena kementerian santer disebut-sebut bakal dirombak adalah kementerian yang basah, seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.

Hal inilah yang disayangkan Partai Demokrat. Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan menilai saat ini sudah terjadi kesepahaman bahwa reshuffle KIB II merupakan satu kebutuhan nasional.


"Dari pandangan kalangan akademisi, pengamat dan politisi umumnya, terlihat bahwa reshuffle kali ini memiliki semangat yang berbeda dengan yang sebelumnya. Dalam pengertian wacana kali ini terjadi kesepahaman yang kuat antara semua kalangan, pengamat, akademisi, koalisi dan oposisi," katanya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

"Jangankan partai-partai yang ada di koalisi. PDI Perjuangan sendiri memandang ini dengan kaca mata positif, yaitu untuk kepentingan nasional. PDIP saja bisa bersikap dan melihat dalam perspektif positif terhadap keperluan reshuffle. Seyogyanya PKS melihat ini harus lebih positif, harus lebih jernih, lebih indah lagi dibandingkan dengan yang dinyatakan PDI Perjuangan," kesalnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya