Berita

Sutan Bhatoegana

Demokrat: Jawabannya Reshuffle KIB II

SENIN, 19 SEPTEMBER 2011 | 09:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pada tahun lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya sudah mengevaluasi kinerja para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II dengan berbasis kinerja. Tapi saat itu Presiden masih memberi kesempatan kepada para menteri yang berkinerja belum maksimal untuk berbenah.

Selain ingin memberi kesempatan kepada para menteri, Presiden tidak ingin merombak kabinet bila dikaitkan dengan alasan politis. Karena pada saat itu, koalisi partai pendukung pemerintah digembor-gemborkan pecah setelah ada satu dua partai yang tidak sejalan dalam pembentukan Panitia Khusus Pajak.

"Tapi (setelah diberi waktu satu tahun) tidak bergerak, jawabnnya reshuffle," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.


Hal itu ia katakan menanggapi wacana reshuffle dan hasil survei yang menunjukkan citra pemerintahan SBY-Boediono melorot hingga hanya mencapai 37,7 persen karena banyak menteri yang mendapat sorotan dari masyarakat. Presiden masih kata Sutan, tentu akan mempertimbangkan hasil survei tersebut.

Setelah KIB II di-reshuffle, lanjut Sutan, diharapkan partai koalisi kompak, termasuk di parlemen. Agar program-program pro rakyat bisa dijalankan secara maksimal. "Ini waktu tinggal tiga tahun lagi loh. Makanya (partai koalisi) jangan saling menyandera," harapnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya