Berita

PKS Ingatkan SBY Kontrak Koalisi

SENIN, 19 SEPTEMBER 2011 | 08:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipersilakan memanfaatkan hak prerogatifnya mengevaluasi bahkan merombak Kabinet Indonesia Bersatu II, yang dipandang tidak cakap dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang diberikan.

Tapi diingatkan, Presiden SBY harus merujuk dan melalui tahapan yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama partai pendukung koalisi pemerintahan.

"Isi (kontrak koalisi) yang tempo hari diperbarui pada prinsip dasarnya sama. Menteri itu adalah hak prerogatif Presiden untuk, baik melakukan pengangkatan, dan penilaian berdasarkan kinerja," kata Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.


Karena itu, masih kata Abdul, saatnya diberikan kesempatan kepada Presiden untuk melakukan tahapan-tahapan tersebut.

"Kalau dipandang ada misalnya kontrak kerja yang tidak terpenuhi dan sebagainya, nanti Presiden akan menkonsultasikannya dengan pimpinan-pimpinan partai. Harus tetap dilakukan itu, walaupun itu hak prerogatif Presiden. Saya kira itu tahapan yang harus dilakukan oleh Presiden," tambahnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya