Berita

Pembentukan Tim Advokasi KPK Tidak Menjawab Kekecewaan Rakyat

SABTU, 17 SEPTEMBER 2011 | 14:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi dianggap tidak bisa membedakan antara ancaman dengan kritikan. Tidak jelas benar bagaimana KPK mendefenisikan ancaman terhadap institusinya.

"Tapi karena itulah, mungkin, KPK sekarang membentuk lembaga baru, yang dari namanya membuat pandangan kita agak mendelik, Tim Analisis dan Advokasi KPK," ujar salah seorang motor Komite Penyelamat Komisi Pemberantasan Korupsi, Ray Rangkuti, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (17/9).

Ada beberapa hal yang menurut Ray mesti disikapi dari pembentukan tim itu. Pertama, KPK menganggap upaya pelemahan KPK selalu datang dari luar, sehingga terkesan mengabaikan bahwa internal KPK juga sangat potensial melakukan hal yang sama.


"Kedua, jika KPK menganggap ada isu yang tidak berfakta, bukankah untuk membuktikan analisis itu tidak diperlukan tim khusus. Lah, kalau faktanya tidak ada, untuk apa dicari kelemahan dasar argumentasi isu. Bukankah fakta tidak ada itu lebih dari cukup untuk menyatakan isu tidak berdasar," ujar Ray.

Dia menganggap, pembentukan tim yang dipimpin mantan Panglima TNI itu tidak sesuai dengan kondisi. Sekalipun memang banyak serangan terhadap KPK, tetapi saat ini, KPK juga mendapat kritik yang sangat luas. Tentu hal itu terkait dengan kinerja KPK dan moralitas, baik pimpinan maupun staf KPK, yang ternyata tidak sepi dari tindakan-tindakan negatif. Kenyataannya, setidaknya seorang pimpinan dan beberapa staf KPK tengah mendapat sorotan luas terkait kasus mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

"Oleh karena itu, pembentukan tim seperti pertahanan diri KPK yang berlebihan. Soal pelemahan terhadap KPK telah dijawab masyarkat dengan gerakan mempertahankannya. Dan lazimnya gerakan sipil, dia tidak memerlukan stempel pengesahan dari lembaga negara," katanya.

Lebih dari itu, pembentukan Tim justru seperti tidak menjawab kritik masyarakat terhadap KPK seputar buruknya kinerja KPK, khususnya terkait pengejaran buronan seperti Nunun Nurbaeti, Neneng Sri Wahyuni dan koruptor lain. Apalagi jika mengingat kembali kemandulan KPK saat mengusut skandal besar Bank Century.

"Publik menuntut KPK keras dan tegas kepada para koruptor malah dijawab dengan pembentukan tim. Pokok pelemahan KPK sekarang ini tidak berada di luar, tapi di dalam diri KPK sendiri. Sebaiknya, mulailah dari sana," tandas Ray.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya