RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi dianggap tidak bisa membedakan antara ancaman dengan kritikan. Tidak jelas benar bagaimana KPK mendefenisikan ancaman terhadap institusinya.
"Tapi karena itulah, mungkin, KPK sekarang membentuk lembaga baru, yang dari namanya membuat pandangan kita agak mendelik, Tim Analisis dan Advokasi KPK," ujar salah seorang motor Komite Penyelamat Komisi Pemberantasan Korupsi, Ray Rangkuti, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (17/9).
Ada beberapa hal yang menurut Ray mesti disikapi dari pembentukan tim itu. Pertama, KPK menganggap upaya pelemahan KPK selalu datang dari luar, sehingga terkesan mengabaikan bahwa internal KPK juga sangat potensial melakukan hal yang sama.
"Kedua, jika KPK menganggap ada isu yang tidak berfakta, bukankah untuk membuktikan analisis itu tidak diperlukan tim khusus. Lah, kalau faktanya tidak ada, untuk apa dicari kelemahan dasar argumentasi isu. Bukankah fakta tidak ada itu lebih dari cukup untuk menyatakan isu tidak berdasar," ujar Ray.
Dia menganggap, pembentukan tim yang dipimpin mantan Panglima TNI itu tidak sesuai dengan kondisi. Sekalipun memang banyak serangan terhadap KPK, tetapi saat ini, KPK juga mendapat kritik yang sangat luas. Tentu hal itu terkait dengan kinerja KPK dan moralitas, baik pimpinan maupun staf KPK, yang ternyata tidak sepi dari tindakan-tindakan negatif. Kenyataannya, setidaknya seorang pimpinan dan beberapa staf KPK tengah mendapat sorotan luas terkait kasus mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
"Oleh karena itu, pembentukan tim seperti pertahanan diri KPK yang berlebihan. Soal pelemahan terhadap KPK telah dijawab masyarkat dengan gerakan mempertahankannya. Dan lazimnya gerakan sipil, dia tidak memerlukan stempel pengesahan dari lembaga negara," katanya.
Lebih dari itu, pembentukan Tim justru seperti tidak menjawab kritik masyarakat terhadap KPK seputar buruknya kinerja KPK, khususnya terkait pengejaran buronan seperti Nunun Nurbaeti, Neneng Sri Wahyuni dan koruptor lain. Apalagi jika mengingat kembali kemandulan KPK saat mengusut skandal besar Bank Century.
"Publik menuntut KPK keras dan tegas kepada para koruptor malah dijawab dengan pembentukan tim. Pokok pelemahan KPK sekarang ini tidak berada di luar, tapi di dalam diri KPK sendiri. Sebaiknya, mulailah dari sana," tandas Ray.
[ald]