Berita

ist

Pemuda Muhammadiyah Dukung Kongres Bersama KNPI

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2011 | 21:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyambut baik rencana dua pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk mengadakan kongres bersama Oktober mendatang. Kongres bersama tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal dalam rangka konsolidasi kekuatan Pemuda Indonesia. Selain itu, kongres bersama juga diharapkan dapat menyelesaikan berbagai polemik yang terjadi selama ini.

"Komitmen kedua belah pihak untuk mengadakan kongres bersama  tentu harus kita dukung. Saya berharap agar masing-masing pihak dapat saling menghargai dan saling bekerjasama untuk kesuksesan kongres tersebut. Jangan sampai ada yang merasa dikalahkan. Harus tetap dalam semangat kebersamaan," ungkap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online malam ini.

Saleh mengajak semua komponen pemuda yang bernaung di bawah KNPI untuk mensukseskan niat baik pelaksanaan kongres bersama ini. Selain memiliki tanggung jawab historis, organisasi kepemudaan (OKP) yang ada juga memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan eksistensi KNPI.


"Saya yakin, semua elemen pemuda sudah lama menantikan momentum penyatuan ini. Karena itu, saya juga yakin bahwa tidak ada satu elemen pun yang tidak mendukung rencana ini. Apa pun perbedaan yang ada, untuk kongres bersama ini semua pasti menunggu," Saleh menambahkan.

Selain itu, Saleh menilai bahwa niat beberapa elemen pemuda untuk mendirikan wadah berhimpun baru menjadi tidak penting lagi untuk dilaksanakan. Dia menilai bahwa KNPI sudah cukup sebagai wahana behimpun OKP. Hanya saja perlu ditingkatkan fungsi dan perannya di tengah-tengah masyarakat.

"Dari struktur organisasi dan pengalaman, KNPI sudah terbukti mampu melahirkan beberapa tokoh pemimpin dari kalangan Pemuda. Jadi, saya kira masih relevan untuk dipertahankan. Tetapi itu tadi, harus disatukan dulu melalui kongres bersama nanti", demikian Saleh. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya