Berita

Saleh husin

Partai Oposisi Sambut Baik Wacana Perombakan Kabinet KIB II

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2011 | 16:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Saat ini memang waktu yang tepat bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk merombak Kabinet Indonesia Bersatu II. Karena memang ada beberapa menteri yang tidak perform.
Rakyat Merdeka Online petang ini.

"Kami selaku partai yang berada di luar koalisi menyambut positif untuk dilakukannya reshuffle oleh Presiden. Karena kita tahu bahwa saat ini perlu ada penyegaran dan pemantapan kembali formasi kabinet. Karena kita lihat saat ini pembantu-pembantu  yang berada di sekitar Presiden beberapa ada yang tidak perform," katanya.

Sebagai partai oposisi, kata Saleh, pihaknya sebenarnya tidak ingin mencampuri urusan perombakan  kabinet. Karena itu adalah hak prerogatif Presiden.


"Tapi selaku anak bangsa, kami terpanggil (untuk menegaskan) memang hal itu harus dilakukan. Hal ini demi keberlangsungan dan kemajuan dari bangsa kita," tandasnya.

Meski begitu, Hanura tidak mau membeberkan siapa menteri yang memak layak dicopot. "Kita nggak mau menyebut jumlah itu. Karena itu sudah masuk tugas dan hak prerogatif Presiden," tegasnya.

Hanura sendiri sudah memutuskan untuk tetap berada di luar pemerintahan. Hal itu dikatakan Saleh saat ditanyakan, bagaimana sikap Hanura bila diajak SBY bergabung dalam KIB II. "Biarkan lah kita berada di luar (pemerintahan), sebagai penyeimbang," demikian politisi muda yang duduk di Komisi V DPR ini menandaskan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya