Berita

Bima Arya Sugiarto/ist

Ketua PAN Yakin Kocok Ulang KIB II Tinggal Menghitung Hari

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2011 | 15:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Semua persyaratan untuk melakukan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II telah terpenuhi. Hal ini bisa dilihat, tidak saja pada aspek kinerja, tapi juga dari sisi loyalitas dan integritas para menteri, yang kerap mendapat sorotan.

"Karena itu saya yakin reshuffle (KIB II) tinggal menghitung hari. Saya yakin kali ini betul terjadi," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

"Namun saya berharap reshuffle tidak hanya dilakukan karena pertimbangan politis atau kebutuhan konsolidasi partai tertentu. Namun betul-betul akan jadi momentum baru untuk berantas korupsi dan pulihkan kepercayaan rakyat," tambah politisi muda ini.


Meski begitu Bima tidak mau menyebutkan siapa menteri yang layak dicopot dari pemerintahan. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden SBY, yang memegang hak prerogatif.

"Itu prerogatif Presiden. Tapi yang jelas yang masuk (kabinet) haruslah figur yang integritasnya tak diragukan dan anti korupsi. Bahkan Bila perlu, beri kursi bagi aktivis LSM yang bersih dan punya integritas. Supaya tak hanya berjuang di luar sistem melalui wacana," jelasnya.

Selain Bima, Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy juga yakin SBY akan merombak kabinet. Tapi berbeda dengan Bima yang menilai pengumuman reshuffle KIB II tinggal menghitung hari, Tjatur mengatakan pada Oktober.

Pernyataan pentolan PAN itu menimbulkan dugaan bahwa elit partai berlambang matahari biru itu yakin tiga kadernya yang duduk di pemerintahan, Hatta Rajasa, Patrialis Akbar dan Zulkifli Hasan, tidak akan diganti bila memang SBY merombak kabinet. Betulkah demikian?

"Kita serahkan saja semua pada Presiden. PAN selalu siap, siap dicopot, siap pula diberi tambahan kursi," jawab Bima sambil tertawa. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya