ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Anggota Komisi IV DPR, Ma’mur Hasanuddin menuntut agar penggunaan dana Kompensasi hasil perjanjian Oslo diaudit. Pasalnya, antisipasi terhadap kebakaran hutan di sejumlah titik yang terjadi belakangan ini sangat kurang memadai.
"Tak lebih hanya sekedar seruan-seruan dari Menteri Kehutanan untuk tidak membakar hutan tanpa implementasi tindakan nyata persiapan infrastruktur fisik maupun sosial pada pencegahan kebakaran hutan," kata Ma'mur dalam kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 12/9).
Bulan Agustus 2010, Presiden SBY menandatangani perjanjian dengan negara-negara maju di Norwegia yang kemudian dikenal dengan perjanjian Oslo. Perjanjian ini mengharuskan Indonesia mengurangi emisi karbon dengan iming-iming 1 milyar dolar AS pertahun atau sekitar Rp9 triliun.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11