Berita

ilustrasi/ist

SUAP KEMENAKERTRANS

Lily Wahid Minta Maaf Karena Salah Kelola Informasi

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2011 | 08:01 WIB | LAPORAN:

RMOL. Jangan terlalu dan langsung percaya kepada informan yang membisikan satu kabar berita. Apalagi bila kabar yang belum jelas itu langsung diumumkan kembali ke ruang publik.

Itulah pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lily Chadjijah Wahid. Lily Wahid akhirnya meralat kabar yang pernah diungkapkannya di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di KPK (Jumat, 9/9), Lily mengungkapkan aliran dana Kemenakertrans sebesar Rp 20 miliar diduga mengalir ke rekening istri dan kerabat Muhaimin Iskandar.

Untuk meralat kabar tersebut, Minggu dinihari (11/9), saat sang fajar belum terbit di timur, Lily pun menghubungi Rakyat Merdeka Online. Lily merasa menyesal telah memberikan pernyataan tersebut.


"Saya minta maaf kepada publik," kata Lily.

Lily mengaku pernyataannya akibat dari ketidakcermatan dalam mengelola kabar dari informan yang tidak valid dan tidak bisa diandalkan. Mulanya, Lily percaya dengan informan yang tidak disebutkannya namanya itu dan semakin yakin dengan berita di beberapa media yang yang menyebutkan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga turut mencurigai ada aliran dana ke istri dan kerabat Muhaimin.

"Saya amat terkejut ketika Pak Yunus Husain (Ketua PPATK) membantah dan mementahkan informasi tersebut," kata Lily.

"Saya sungguh menyesal dan meminta maaf pada semua pihak yang telah saya rugikan, walau saya merasa dirugikan juga. Ini pelajaran bagi saya untuk verifikasi dan double checking terhadap informasi-informasi yang masuk ke saya," tambah Lily.

Ke depan Lily mengaku akan lebih hati-hati dalam menerima dan mengelola infomasi. Dengan alasan lengah dan salah sendiri telah menelan bulat-bulat informasi tersebut, Lily pun mengaku tidak akan mempermasalahkan informan tersebut. [ysa]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya