Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
RMOL. Seorang pria duduk terdiam di sofa di lantai dua Gedung Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Nomor 18, Jakarta Pusat, Kamis siang (8/9).
Kedua tangannya terlihat mengutak-ngatik BlackBerry unÂtuk mengisi waktu. “Lagi nunggu Pak Triwisaksana,†kata pria bernama Slamet Nurdin.
Slamet adalah anggota DPRD DKI Jakarta. Posisinya di Dewan ketua Komisi B. Ia koordinator pemenangan Triwisaksana untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Kedatangannya guna membahas beberapa program kampanye.
Triwisaksana bakal diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pemilihan gubenur DKI Jakarta tahun depan. Saat ini, dia menempati posisi sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.
Di kantor Dewan Pimpinan WiÂlayah (DPW) PKS DKI JakarÂta yang terletak di Jalan Letjen R Soeprapto Nomor 7, Cempaka PuÂtih, Jakarta Pusat, banner berÂgambar Triwisaksana menghiasai ruang tamu.
Di banner berlatar warna oranye itu, Triwisaksana terlihat meÂngenakan baju koko merah lengkap dengan peci hitam. SeÂnyumnya mengembang. “Bang Sani, Abang Kita,†demikian tulisan di banner.
Tampaknya Triwisaksana seÂngaja memilih disebut Bang Sani agar lebih akrab dengan warga Jakarta. Gambar itulah yang diseÂbar ke sejumlah titik-titik straÂtegis di Jakarta. Tujuannya agar Triwisaksana lebih dikenal.
Eko, staf kantor DPW PKS DKI Jakarta mengatakan, hingga kini Triwisaksana belum memÂpuÂnyai markas bagi tim pemeÂnaÂnganÂnya. Untuk sementara tim menumpang di sini.
“Seminggu sekali†mereka meÂlakukan rapat disini memÂbahas macam persoalan, termasuk pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta,†kata pria berjenggot ini.
Selama Ramadhan, tim mengÂgelar rapat di luar. “Habis lebaran mereka kembali akan mengÂguÂnaÂkan kantor ini,†kata Eko.
Kantor PKS Jakarta dibangun di atas tanah berukuran 12x20 meÂter. Bagian depan diperÂuntukÂkan halaman. Halaman yang dituÂtupi cone block ini mampu meÂnampung 20 mobil. Terlihat dua mobil parkir di sini.
Masuk lebih dalam berdiri baÂngunan berukuran 7x10 meter. Di bagian depan terdapat teras. Di sini disediakan dua kursi dan seÂbuah meja untuk tamu.
Agar tamu tak terkena sengatan matahari maupun guyuran hujan, di atas teras dipasang kanopi. Di atas kanopi dipasang plang nama DPW PKS DKI Jakarta dengan latar warna kuning..
Pintu masuk ke kantor DPW terbuat dari kaca. Kondisinya terÂtutup. Begitu pintu dibuka langÂsung berhadapan dengan meja resepsionis setinggi dada orang dewasa.
Meja warna kuning dan hitam itu ditunggui seorang staf. GamÂbar bulan sabit kembar yang meÂngapit padi dan kapas, logo PKS di pasang di dinding di belakang meja resepsionis.
Di samping kanan dan kiri meja recepsionis disediakan kursi panjang untuk tempat duduk tamu. Di balik meja resepsionis terdapat ruangan yang cukup luas. Biasanya, ruangan ini diguÂnakan untuk rapat.
Di dalam ruangan rapat terdaÂpat sofa panjang hitam dan meja rapat yang dikelilingi kursi-kursi dari plastik.
Saat Rakyat Merdeka meÂnyambangi tempat ini kemarin, kondisinya sepi. Tak terlihat tim pemenangan yang beraktivitas di sini. Hanya ada dua kader yang duduk-duduk di ruang tamu sambil membaca koran.
Menurut Slamet, pihaknya menyiapkan lima jurus untuk membuat Triwisaksana bisa dikenal luas. Pertama, mencetak 5 ribu spanduk dan pamflet yang dipasang di beberapa tempat di seluruh ibu kota.
Modal pembuatan spanduk, kata dia, berasal dari urunan kaÂder PKS di kelurahan dan keÂcaÂmatan. “Bang Sani tidak meÂngeÂluarkan uang dalam jumlah besar. DPW (PKS) hanya modal alat percetakan. Sementara kain berasal dari kader dibawah,†katanya.
Hal itu, jelas Slamet sudah menÂjadi tradisi PKS untuk meÂngerahkan kader-kader di bawah sehingga partai tidak banyak mengeluarkan uang untuk kampanye. Jurus berikutnya, menÂdorong Sani menjadi pembiÂcara talk show dan diskusi yang digelar media massa maupun masyarakat.
Selain itu, Slamet Cs juga akan meÂnampilkan iklan Sani di teleÂvisi dan media massa. Tapi, kaÂrena dana terbatas, pihaknya tak akan jor-joran.
Menurut dia, program untuk mengenalkan sang gacoan buka hanya dimonopoli DPW PKS Jakarta, kader di bawah juga bisa melakukan sosialisasi lewat berbagai program. Misalnya, saat melakukan bantuan sosial (bansos).
“Biasanya kader di bawah menyelenggarakan bazar murah dimana seluruh baju dan bahan pokok berasal dari kader. DPW hanya numpang nempel foto Bang Sani,†katanya. Bagaimana dengan dana kampanye? Slamet menjelaskan dana dikumpulkan dari para kader.
“(Pilgub) tahun 2007, kami iuran Rp 50 ribu per anggota. TaÂhun 2011 direncanakan juga akan ada iuran anggota. Namun kami belum menentukan besaranÂnya karena masih tergantung kebutuÂhan yang ada,†jelasnya.
Dekati Partai, Rangkul Rival
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengusung TriÂwiÂsaksana sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Untuk memuluskan langkah pria yang ingin disebut Bang Sani ini ke kursi DKI-1, PKS akan meÂngajak partai lain berkoalisi.
“Kami sudah sering menjalin berkomunikasi dengan partai lain. Tapi mereka belum meÂmuÂtuskan apakah akan berkoalisi dengan kita atau tidak, karena masih menunggu keputusan dari DPP masing-masing partai,†kata Slamet Nurdin, koordinator tim pemenangan.
Ia tak mempersoalkan partai-parÂtai yang belum bersedia diganÂdeng untuk memenangkan peÂmiÂlihan gubernur yang rencananya digelar Agustus tahun depan.
“Semoga menjelang pemilu suÂdah ada partai yang mau beÂrÂkoalisi dengan kita,†katanya.
Selain melakukan pendekatan terhadap partai, kata Slamet, pihaknya juga mendekati orang-orang yang namanya sudah munÂcul dalam bursa calon. Tujuannya untuk menyamakan ide memÂbangun Jakarta.
“Bila semua calon gubernur puÂnya ide yang sama, maka bisa diÂpastikan bisa membangun JaÂkarta lebih baik lagi,â€katanya.
Mimpi Bikin Jalur Lingkar Kereta
PKS, kata Slamet, mengusung Sani menjadi calon gubernur diÂnilai mumpuni. Ia kini menjadi wakil ketua DPRD DKI. Di parÂtai dia pernah jadi ketua DPW PKS Jakarta.
“Dengan beÂkal itu dia pasti sangat mengetahui seluk-beluk dan apa saja yang dibutuhkan warga Jakarta,†katanya.
Masih menurut Slamet, Sani memiliki visi dan misi membuat warga Jakarta sejahtera, damai dan terpenuhi segala kebÂuÂtuhannya.
Demi memujudkan hal itu, PKS akan mengeluarkan seluÂruh kader di kelurahan, kecaÂmatan maupun kotamadya unÂtuk memberikan penyuluhan keÂpada masyarakat. Minimal sebulan sekali mengenai calon yang dijagokan.
Penyuluhan ini dilaÂkukan, kata Slamet, agar warga Jakarta saÂdar tentang hak dan keÂwajiÂbanÂnya . Bila suÂdah sadar, maka proÂgram yang diÂrenÂcaÂnaÂkan peÂmeÂrintah akan berjalan dengan baik.
“Membangun Jakarta tidak bisa dilakukan pemerintah saja, tapi harus ada peran serta maÂsyarakat,†katanya
Bila terpilih menjadi guÂberÂnur DKI Jakarta, Triwisaksana akan membuat kereta lingkar JaÂkarta (loop line). Kereta ini mirip dengan commuter line namun lebih disempurnakan.
“Jadi rel kereta api dibangun melingkari Jakarta. Bila ini berÂhasil cukup ampuh untuk meÂngurangi kemacetan yang seÂlama ini menjadi masalah yang tidak terselesaikan,†katanya.
Slamet menerangkan, loop line meÂrupakan pelengkap dari transÂportasi yang sudah ada seperti busway, commuter line dan mass rapid transporÂtation (MRT).
Jadi masyarakat yang tingÂgal di pinggiran JaÂkarta, yakni TaÂngerang, BoÂgor, Bekasi dan DeÂpok setelah naik KRL bisa meÂneÂruskan perÂjaÂlaÂnan dengan loop line samÂÂpai tempat tujuan. [rm]
Populer
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
Senin, 22 Juni 2026 | 15:05
UPDATE
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00
Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55
Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33