Berita

Moammar Gaddafi/ist

Dunia

Khadafy Bantah Kabur ke Nigeria

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2011 | 20:29 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pemimpin terguling Moammar Khadafy membantah laporan bahwa ia telah melarikan diri ke negara tetangga Nigeria.

Bantahan ini disampaikan Khadafy lewat pesan audio Kamis pagi (8/9) seperti disiarkan oleh TV Al-Rai yang berbasis di Suriah.

Khadafy pun menyebut laporan itu sebagai perang psikologis dan kebohongan. Menurutnya, tidak ada yang aneh tentang iringan kendaraan militer Libya yang memasuki negara Nigeria.


"Berapa kali konvoi penyelundup mengangkut, pedagang dan orang-orang menyeberangi perbatasan setiap hari untuk Sudan, Chad, Mali dan Aljazair," kata Khadafy. "Seolah-olah ini adalah pertama kalinya konvoi itu menuju ke Niger," kata Khadafy.

Sebelumnya, sumber militer Prancis dan Niger mengatakan bahwa 200 sampai 250 kendaraan telah menyeberang ke perbatasan Niger. Konvoi itu diyakini membawa pejabat senior dari rezim Khadafy. Presiden Burkina Faso juga telah menyangkal bahwa Khadafy meminta suaka ke negaranya.

“Kami tidak memiliki informasi tentang kehadiran pemimpin Libya di wilayah kami,” kata Burkina.

Dalam pesan audio tersebut, Khadafy juga menyerukan rakyat Libya untuk mengangkat senjata melawan Dewan Transisi Nasional (NTC) yang dianggapnya sebagai kepanjangan tangan barat untuk mengontrol Libya.

“Untuk rakyat Libya tercinta, tanah Libya adalah milik Anda dan Anda harus melawan semua pengkhianat, anjing-anjing, yang telah mencoba mengambil alih tanah ini,” kata Khadafy dalam pesan tersebut.

“Mereka adalah mata-mata untuk Italia dan sekarang mereka menjadi mata-mata untuk Prancis. Tangkap semua kuman dan tikus yang bekerja dengan NATO dan Inggris untuk membom negara kita dan membunuh anak-anak Libya kita,” tegasnya.  

Sementara itu tentara NTC di darat, mengklaim pada hari Rabu (7/9) berhasil mengepung Khadafy dalam radius 60 km. Namun Jurubicara dewan militer Tripoli yang baru, Anis Sharif enggan menyebutkan dimana lokasi tepat Gaddafi ditemukan. Sharif hanya mengatakan Khadafy berhasil dilacak dengan menggunakan teknologi tinggi dan jaringan mata-mata. “Dia tidak bisa keluar,” katanya meyakinkan.

Khadafy, yang dicopot dari kekuasaannya pada Agustus lalu setelah Tripoli jatuh diyakini bepergian dalam konvoi sekitar 10 mobil dan menggunakan tenda sebagai tempat penampungan.

"Kita tahu bahwa dia tidak ingin tinggal di rumah. Jadi dia tinggal di tenda. Orang-orang mengatakan mobil-mobil datang, dan kemudian mereka membuat tenda," kata Hisyam Buhagiar, koordinator NTC yang bertanggung jawab untuk menemukan Khadafy. [wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya