Berita

menteri imin/ist

Menteri Imin Enteng Jawab Duit Kardus Duren

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2011 | 00:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, menjawab enteng tudingan keterlibatan dirinya dalam kasus suap pencairan dana percepatan pembangunan daerah transmigrasi. Katanya, dua pekan setelah kasus suap di kantornya mencuat, siapa yang terlibat atau tidak sudah bisa dilihat.

"Lama-lama kasus ini kayak kasus penipuan. Karena apa, program percepatan pembangunan daerah transmigrasi pertanggal 13 besok baru disosialisasikan ke daerah," kata Muhaimin dalam forum Jakarta Lawyers Club yang disiarkan live TVOne beberapa waktu lalu (Rabu, 7/9).

Muhaimin mengatakan hal tersebut sebagai tanggapan terhadap Farhat Abbas, pengacara Dharnawati, salah satu tersangka dalam kasus tersebut, yang menyebut uang suap Rp 1,5 miliar disimpan di kardus duren akan diberikan kepada Muhaimin sebagai tunjangan hari raya (THR).


Lagi-lagi, kata Muhaimin, perkara suapnya semakin jelas karena dirinya sama sekali tidak memesan sesuatu pun dalam rangka pembangunan daerah transmigrasi.

"Saya jadi berfikir kalau begitu (dikatakan untuk menteri), ini menjadi sangat clear. Kalau mau disampaikan ke menteri itu untuk menutup-nutupi saja. Saya hanya mengusulkan anggaran. Pengguna anggara utama adalah daerah-daerah. Pagunya dibuat Kemenkeu. Kami hanya menyediakan data-data itu," kata Muhaimin sembari menyebut jika program percepatan pembangunan daerah transmigrasi sebagai pengalaman pertama buat kantornya.
 
"Kami mendukung KPK untuk mengusut ini semua," pinta Ketua PKB itu.

Kenapa baru sekarang menyampaikan klarifikasi tidak terlibat?

"Saya sudah jawab, waktu Lebaran di rumah juga jawab, tapi pers yang sekarang, yang menarik itu yang gempurannya bukan jawabannya," tutup Muhaimin. [dem]


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya