ray/ist
ray/ist
RMOL. Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II memilih pulang dan meninggalkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 tak lama setelah para penonton menyalakan petasan.
Bagi Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti keputusan SBY pulang sebelum pertandingan usai itu sebagai hal yang wajar adanya. Untuk keamanan, alasan SBY bisa dibenarkan.
"Ada kepala negara di situ, tentu meledakkan petasan tindakan berbahaya. Dimana pun kepala negara harus aman. Untuk alasan keamanan, SBY tidak nyaman lalu meninggalkan stadion wajar saja," kata Ray kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 6/9).
Populer
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
UPDATE
Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45
Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30
Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15
Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53
Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23
Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58
Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31
Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13
Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59
Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39