Berita

CIS/IST

Dunia

Bekas Uni Soviet Matangkan Pertahanan Anti-Serangan Udara

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2011 | 08:20 WIB | LAPORAN: SVET ZAKHAROV

Federasi Rusia dan negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya tengah mempersiapkan ulang tahun ke-20 Commonwealth of Independent States (CIS) atau Sodruzhestvo Nezavisimykh Gosudarstv (SNG). Organisasi ini beridiri pada 21 Desember 1991, hanya beberapa hari sebelum Uni Soviet benar-benar bubar menyusul krisis politik dan ekonomi yang tak tertahankan.

Presiden Federasi Rusia, Dmitry Medvedev, dalam sidang CIS di Dushanbe, Tajikistan, kemarin, (Sabtu, 3/9) menegaskan bahwa CIS merupakan satu-satunya platform yang dapat digunakan untuk menjamin berbagai bentuk kerjasama negara-negara eks Uni Soviet itu.

Pembentukan CIS diawali oleh pertemuan pemimpin Belarusia, Rusia dan Ukraine pada awal Desember 1991. Ketiga negara itu bersepakat untuk membentuk aliansi baru sebagai pengganti Uni Soviet. Aliansi baru itu terbuka bagi setiap negara lain yang selama 70 tahun terakhir bergabung dalan Uni Soviet. Dalam piagam CIS disebutkan bahwa setiap anggota CIS merupakan negara merdeka yang berdaulat.

Dalam pertemuan tingkat tinggi di Dunshabe yang baru berlalu, para pemimpin CIS membahas berbagai program yang akan mereka lakukan di masa mendatang. Termasuk di dalamnya program penyempurnaan pertahanan anti-serangan udara dan politik migrasi. Juga kesepakatan untuk mengabadikan pengorbanan rakyat di negara-negara anggota CIS yang ikut serta dalam Perang Dunia Kedua.

Pada bulan Desember nanti Federasi Rusia akan menjadi tuan rumah pertemuan informal untuk memperingati pendirian CIS. Sementara di tahun depan, Turkmenistan akan menjadi tuan rimah pertemuan tingkat tinggi berikutnya. [guh]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya