Dmitry Medvedev/ist
Dmitry Medvedev/ist
RMOL. Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan, perdamaian di bumi Libya setelah pemberontak menjatuhkan rezim Khadafy hanya bisa terwujud bila dua resolusi dari DK PBB, yaitu resolusi 1970 dan 1973, ditaati dengan tegas.
Medvedev juga ingin agar orang-orang Libya satu suara dalam masa transisi kini mengingat Libya merupakan suatu negara yang amat kompleks terdiri dari banyak suku bangsa dan klan.
"Bagaimanakah perkembangan selanjutnya saya belum tahu. Jika kaum pemberontak cukup kuat untuk mempersatukan negeri atas dasar demokrasi, kami dengan sendirinya akan mempertimbangkan diadakannya hubungan dengan mereka," kata Medvedev dalam konfrensi pers, Kamis (25/8).
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51
UPDATE
Sabtu, 04 April 2026 | 15:58
Sabtu, 04 April 2026 | 15:37
Sabtu, 04 April 2026 | 14:49
Sabtu, 04 April 2026 | 14:31
Sabtu, 04 April 2026 | 14:00
Sabtu, 04 April 2026 | 13:47
Sabtu, 04 April 2026 | 13:24
Sabtu, 04 April 2026 | 13:22
Sabtu, 04 April 2026 | 13:01
Sabtu, 04 April 2026 | 12:51