ilustrasi
ilustrasi
DICERITAKAN A.A. Navis lewat cerpennya Robohnya Rumah Kami, tersebutlah hidup seorang saleh bernama Haji Saleh, yang tak henti beribadah kepada Tuhan. Ia selalu berzikir, taat, dan selalu membaca Kitab Suci. Namun ia dimasukkan ke dalam neraka oleh Tuhan. Karena tak habis pikir, ia dan kawan-kawan senasib menghadap Tuhan hendak mengajukan protes.
Maka, Tuhan pun menjawab, "Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat sembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu, sehingga mereka kocar-kacir selamanya. Inilah kesalahan terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau hidup di dunia bermasyarakat, bersaudara, tapi engkau tidak mempedulikan mereka sedikitpun."
Pesan dari novel ini bahwa, dalam sesuatu kesalehan yang bersifat individu terkandung sebuah kesalahan yang fatal. Haji Saleh memang orang yang taat beribadah kepada Tuhan. Tapi ia melupakan lingkungan sosial dan keluarga. Banyak orang kaya pergi haji untuk yang kesekian kalinya dan mereka hanya ingin merasakan kenikmatan spiritual berhaji yang tak terlukiskan itu. Kasus Haji Saleh dan orang kaya yang pergi haji berkali-kali, menyisakan sebuah pertanyaan, yakni apa yang salah dengan kesalehan ini (kesalehan individual). Padahal agama menganjurkan untuk memeperbanyak shalat sunnah, pergi haji, berpuasa a la Nabi Daud dan terpekur dalam alunan beribu-ribu zikir.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51
Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28
Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09
Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39
Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18
Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11
Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55
Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44
Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22