Berita

suhardi/ist

Ketum Gerindra: Sanksi Buat Pius Masih Dikaji Majelis Etik Partai

RABU, 24 AGUSTUS 2011 | 22:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, memastikan jika partainya belum mereposisi Pius Yustrilangang dari Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR sebagai sanksi atas sikapnya yang ngotot mendukung pembangunan gedung DPR beberapa waktu lalu.

Kata Suhardi, Pius sampai saat ini masih tercatat sebagai kepanjangan tangan Gerindra di BURT DPR.

"Sanksi untuk beliau (Pius) belum final. Masih dikaji majelis etik partai," kata Suhardi kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 24/8).


Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon, mengatakan Pius sudah dipecat untuk mewakili partai di BURT. Sementara Pius sendiri, tadi siang, mengatakan pernyataan Fadli Zon tersebut didasari persoalan pribadi, bukan partai. Fadli menaruh benci terhadap dirinya dan ​‎​karenanya siap mengadu simpati terhadap ketua dewan pembina partai, Prabowo Subianto, melalui kedekatan personal.

Terkait hal itu, Suhardi memastikan soal sanksi tak bisa dikait-kaitkan dengan persoalan kedekatan. Sanksi, apapun bentuknya, akan diputuskan partai berdasarkan pertimbangan yang diputuskan dalam kajian oleh majelis etik partai.

"Ada aturan di dalam partai. Secara struktural, majelis etik bekerja melihat pelanggarannya seperti apa dan bentuk sanksi apa yang layak diberikan," kata Suhardin.

Diakui Suhardin, majelis etik gerindra, beberapa waktu lalu memang sudah melakukan rapat dan sempat menyinggung persoalan Pius. Tapi belum merekomendasikan sanksi.

"Masalahnya masih digarap majelis etik dan setelah lebaran majelis etik akan kembali menggelar sidang lanjutannya," demikian Suhardi.[dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya