Berita

andi arif/ist

Stafsus Presiden: Info Gempa dan Tsunami di Kalbar Hoax

SELASA, 23 AGUSTUS 2011 | 17:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Sosial mengklarifikasi kabar gempa bumi serta tsunami yang akan melanda wilayah Kalimantan Barat hari ini (Selasa, 23/8). Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Sosial, memastikan kabar gempa dan tsunami yang beredar luas di layanan BlackBerry Massanger itu merupakan kabar hoax alias lelucon belaka.

"(kabar) itu hoax. Sekali lagi, gempa tidak bisa diprediksi kapan waktunya," kata Andi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (23/8).

Hari ini, beredar luas di BlackBerry Massanger soal akan terjadinya gempa dan tsunami di Kalimantan Barat. Berikut info yang beredar di masyarakat melalui pesan BlackBerry tersebut: Gempa bumi serta Tsunami besar akan terjadi di sekitar wilayah Kal_Bar, pada tanggal 23 Agustus 2011 dengan kekuatan 10.9 skala ricter.

Apakah Kalimantan daerah bebas gempa? Dikatakan Andi tim katastropik purba, tim khsusus yang meneliti bencana katastropik yang terjadi di kepulauan Nusantara sejak zaman purba hingga abad modern, sedang mendalami struktur gempa di daerah Kalimantan. Tim katastropik mendalami soal patahan Mangkalihat-Baram Line, yang tidak lain merupakan existing major suture yang membatasi cekungan Tarakan di utara dengan cekungan Kutai di Selatan. Di cekungan Tarakan sering terjadi gempa dan tanah longsor baik karena gerak patahan Mangkalihat maupun dari penunjaman lempeng samudra di laut Sulawesi di sebelah timurnya.

Ditambahkannya, patahan Mangkalihat ini paling tidak mempengaruhi pembentukan struktur-struktur modern (resen-pleistosen) di sekitar Semenanjung Mangkalihat. Potensi untuk aktif bergerak dan mempengaruhi daerah selatannya (instead of Tarakan) juga cukup besar.

"Mesti harus dilihat  lagi data epicenter gempa di sekitar patahan-patahan itu yang sudah lama tidak terjadi," katanya.[dem]


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya