andi arif/ist
andi arif/ist
RMOL. Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Sosial mengklarifikasi kabar gempa bumi serta tsunami yang akan melanda wilayah Kalimantan Barat hari ini (Selasa, 23/8). Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Sosial, memastikan kabar gempa dan tsunami yang beredar luas di layanan BlackBerry Massanger itu merupakan kabar hoax alias lelucon belaka.
"(kabar) itu hoax. Sekali lagi, gempa tidak bisa diprediksi kapan waktunya," kata Andi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (23/8).
Hari ini, beredar luas di BlackBerry Massanger soal akan terjadinya gempa dan tsunami di Kalimantan Barat. Berikut info yang beredar di masyarakat melalui pesan BlackBerry tersebut: Gempa bumi serta Tsunami besar akan terjadi di sekitar wilayah Kal_Bar, pada tanggal 23 Agustus 2011 dengan kekuatan 10.9 skala ricter.
Apakah Kalimantan daerah bebas gempa? Dikatakan Andi tim katastropik purba, tim khsusus yang meneliti bencana katastropik yang terjadi di kepulauan Nusantara sejak zaman purba hingga abad modern, sedang mendalami struktur gempa di daerah Kalimantan. Tim katastropik mendalami soal patahan Mangkalihat-Baram Line, yang tidak lain merupakan existing major suture yang membatasi cekungan Tarakan di utara dengan cekungan Kutai di Selatan. Di cekungan Tarakan sering terjadi gempa dan tanah longsor baik karena gerak patahan Mangkalihat maupun dari penunjaman lempeng samudra di laut Sulawesi di sebelah timurnya.
Ditambahkannya, patahan Mangkalihat ini paling tidak mempengaruhi pembentukan struktur-struktur modern (resen-pleistosen) di sekitar Semenanjung Mangkalihat. Potensi untuk aktif bergerak dan mempengaruhi daerah selatannya (instead of Tarakan) juga cukup besar.
"Mesti harus dilihat lagi data epicenter gempa di sekitar patahan-patahan itu yang sudah lama tidak terjadi," katanya.[dem]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11