Berita

Polri Biarkan FPI Bertindak Sewenang-wenang?

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011 | 11:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kebiasaan Front Pembela Islam yang melakukan sweeping pada saat bulan Ramadhan masih saja terjadi. Tahun ini, FPI men-sweeping sebuah warung makan di Makassar dan Pamekasan.

Aksi sweeping dan perusakan ini menunjukkan betapa lemahnya Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Padahal kewenangan bertindak atas nama negara demi menjaga ketertiban umum sudah merupakan kewajiban Polri.

"Lucunya lagi imbauan yang disampaikan oleh Polri melalui Kadiv Humas (Irjen Anton Bachrul Alam), justru tidak berpengaruh apa-apa terhadap operasi sweeping yang dilakukan oleh FPI, malah intensitas sweeping justru meluas di tempat lain," kata pengacara muda Syahrin Hamid kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
 

 
Padahal sudah jelas-jelas bahwa perusakan apalagi bertindak selayaknya aparat negara merupakan tindakan kriminal yang berimplikasi pidana. Namun, dia mempertanyakan, kenapa Polri diam.

"Apakah diamnya Polri justru memberikan sinyal persetujuan terhadap tindakan-tindakan anarkhis tersebut? Dengan demikian, dalam hal ini dibutuhkan keseriusan Polri untuk bertindak tegas terhadap orang-orang yg mengatasnamakan apapun untuk melakukan kekerasan terhadap siapapun, ataukah tindakan perusakan atas alasan apapun tidak dapat dibiarkan, apalagi dibenarkan," jelas Ketua DPP PAN ini.

Dia menambahkan, jika, Polri tidak melakukan upaya-upaya serius dan tegas, maka ini patut menjadi pertanyaan, di mana profesionalisme Polri.

"Di mana program quick respons yang selama ini menjadi andalan Polri dan (progam) lain-lain yang tentunya telah banyak menyerap anggaran negara APBN untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan pembiayaan peningkatan profesionalisme dan program Polri," tandas mantan Ketua BM PAN. [zul]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya