Berita

ilustrasi

Surat Nazaruddin Tebas Demokrat dan SBY ke Comberan

KAMIS, 18 AGUSTUS 2011 | 21:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Permintaan bantuan kepada Presiden SBY dinilai sebagai langkah yang cukup ampuh yang dilakukan M Nazaruddin di tengah keterpojokan dia di hadapan penyidik KPK. Permintaan Nazaruddin itu tak ubahnya seperti pedang bermata dua, menebas 'leher' Demokrat dan SBY sekaligus.

"Itu seperti pedang bermata dua, membenamkan Demokrat dan SBY ke lubang comberan," kata Koordinator Masyaraakt Anti Korupsi Indonesia (Maki) Bunyamin Saiman, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 18/8).

Hari ini, M Nazaruddin mengirim surat kepada Presiden SBY. Isinya, ia siap dipenjara sekalipun tanpa proses hukum, tidak akan lagi membawa-bawa nama Demokrat dalam kasus korupsi yang menjeratnya asal anak dan istrinya dijamin selamat. Sampai saat ini, anak dan istri Nazaruddin, Neneng Sriwahyuni, sendiri belum diketahui rimbanya. Dimana kah mereka berada, belum terungkap.
 

 
Dikatakan Bunyamin, permintaan Nazaruddin kepada Presiden SBY sebagai trik politik. Untuk melahirkan gambaran di tengah-tengah masyarakat jika selama ini ada transaksi antara Nazaruddin dan penguasa. Kondisi yang demikian itu, tentunya merugikan Demokrat dan SBY. Nazaruddin, tegas Bunyamin, benar-benar mau memanfaatkan sensitivitas masyarakat usai penangkapan beberapa hari lalu.

"Ini bagian dari politik tingkat tinggi. Nazaruddin mencitrakan diri sebagai orang yang memohon-mohon, teraniaya. Itu kebohongan Nazaruddin," demikian Bunyamin. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya