Berita

DRAJAD WIBOWO/IST

Dradjat Wibowo: Perjanjian Oslo Hanya Untungkan Norwegia dan Negara-negara Eropa

KAMIS, 18 AGUSTUS 2011 | 19:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ekonom senior Drajad Wibowo mengatakan asing hingga saat ini terus mendikte Indonesia. Menurut Drajad, perjanjian Oslo yang ditandatangani Presiden SBY setahun lalu dan selanjutnya menerbitkan moratorium hutan, merupakan upaya negara maju untuk terus memperdaya Indonesia.
 
"Perjanjian Oslo hanya akan menguntungkan Norwegia dan negara Eropa lainnya. Pengurangan emisi karbon lewat moratorium hutan hanya membuat masyarakat Indonesia semakin menderita. Sedangkan pihak asing terus asyik dengan industrinya. Ini yang menurut saya tidak adil. Kalau mau adil, harus negara maju yang lebih dulu mengurangi emisi, bukan negara berkembang seperti kita," kata Drajad kepada wartawan (Kamis, 18/8).

Ditambahkan Drajad yang merupakan wakil Wakil Ketua Umum PAN itu, momentum kemerdekaan ke 66 jangan disia-siakan pemerintah. Apalagi, kepentingan asing di Indonesia dalam jangka 50 tahun ke depan akan semakin nyata.
 

 
"Perkebunan sawit dan karet Indonesia adalah andalan di dunia. Kalau pemberdayaan lahan yang saat ini bisa dilipatgandakan, peluang untuk menguasai pasar minyak dan karet dunia di masa mendatang sangat terbuka bagi Indonesia. Ini jelas menjadi ancaman bagi negara maju. Mereka khawatir Indonesia akan menjadi negara maju. Pemerintah mesti melihat ini sebagai peluang yang sangat baik," tandasnya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya