Berita

jhonson/ist

NAZARUDDINGATE

Fatal, KPK Terang-terangan Pasang Badan Bela Para Mafia

SENIN, 15 AGUSTUS 2011 | 23:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menangani kasus dugaan korupsi M Nazaruddin patut diacungi jempol. Bukan karena prestasinya yang bisa mengungkap kasus-kasus korupsi selain pembangunan wisma atlet, tapi karena langkah KPK yang secara terang-terangan telah melanggar hukum dalam menangani Nazaruddin.

"KPK pasang badan betul melanggar hukum dan hak asasi," ujar Sekjen Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Johnson Panjaitan saat diwawancara Metro TV beberapa waktu lalu (Senin, 15/8).

Apa yang dilanggar? Jhonson menuturkan beberapa hal, diantaranya, larangan terhadap tim kuasa hukum untuk mendampingi Nazaruddin, larangan bagi pihak keluarga untuk menjenguk Nazaruddin, dan larangan membesuk Nazaruddin bagi anggota DPR.


"Ketua KPK (Busyro Muqaddas) bohong dengan cara melanggar hukum dan hak asasi manusia. Tidak membolehkan pengacara dengan alasan Nazaruddin tidak menginginkan didampingi pengacaranya tapi di lain sisi mengumumkan jumlah kejahatan Nazaruddin," katanya.

Lalu, apa yang memaksa KPK mau pasang badan? Kata Jhonson, apalagi kalau bukan karena rekayasa untuk menutupi mafia sebenarnya. Jelas, kata Jhonson, pelarangan pendampingan bagi tim kuasa hukum dan larangan bagi keluarga untuk menemui Nazaruddin sangat melanggar.

"Sudah terjadi deal dan konspirasi dari yang paling tinggi sampai paling rendah. Untuk melindungi para mafia. Luar biasa, pasang badan dilakukan secara terbuka dan di hadapan rakyat.  KPK sangat mengerti soal hukum, tapi kenapa dia mau terang-terangan pasang badan. Ini fatal," demikian Jhonson.[dem]


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya