Berita

Fachry Hamzah: Aneh Sekali KPK Larang-larang

SENIN, 15 AGUSTUS 2011 | 22:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Larangan pendampingan hukum bagi pengacara, ditemui pihak keluarga dan larangan anggota dewan menemui M Nazaruddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patut disayangkan. Di negara demokratis dan menjunjung tinggi hukum pelarangan tersebut sangat aneh.

"Ini (larangan-larangan) aneh sekali. Di negara demokrasi seperti sekarang ini ada kejadian, seorang pejabat tinggi (Nazaruddin) yang ditahan, di-'pistol'-in sedemikian rupa setelah ditangkap dan kemudian keluarga dan lawyer tidak bisa ketemu," kata anggota Komisi Hukum DPR, Fachry Hamzah saat diwawancara Metro TV beberapa waktu lalu (Senin, 15/8).

Pelarangan oleh KPK sangat aneh, kata Fachry. Di tengah setting abad 21, di negara demokrasi, aparat penegak hukum masih melarang seorang warga negara, pejabat negara untuk ditemui.


Fachry membantah jika protes terhadap KPK yang dilakukan Komisi III DPR selama ini sebagai bagian dari intervensi hukum. Tegasnya, langkah Komisi III DPR mengunjungi dan membantu pengacaranya, OC Kaligis bertemu Nazaruddin di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua jauh dari hal tersebut.

"Tidak ada kepentingan di Dewan. Tidak ada keinginan Dewan terlibat, sebab Dewan itu banyak partainya. Yang kita bicarakan adalah bagaiamana membicarakan prosedur hukum yang harus ditempuh oleh Nazaruddin," imbuhnya. [dem]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya