Berita

petani panen garam/ist

PBNU: Impor Garam Tidak Bijaksana

SENIN, 15 AGUSTUS 2011 | 16:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemerintah dinilai masih kesulitan menerapkan konsep yang komprehensif tentang pemberdayaan petani garam. Padahal problem pertanian di Indonesia sudah transparan dan sangat mudah untuk memilih memulainya.

"Hasil riset PBNU beberapa bulan lalu tentang petani garam menunjukkan bahwa mereka butuh pemihakan regulasi dan perbaikan infrastruktur. Perlu di cek langsung ke petani apakah dana yang KKP gelontorkan sampai ke petani sesuai besaran yang telah ditentukan dan telah memenuhi kebutuhan infrastruktur para petani garam, terutama di Madura," kata Ketua Badan Kominfo dan Publikasi PB NU, Sulthan Fatoni (Senin, 15/8).

Sulthan menambahkan, kebijakan impor garam sangat tidak memihak petani mengingat langkah tersebut cara instan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan pengabaian petani garam lokal. Di samping itu kebijakan impor kebutuhan pokok dalam negeri sudah disinyalir hanya mempertimbangkan bisnis semata.


"Seharusnya Bu Mari (Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangang) tahu bahwa impor garam dalam kondisi petani garam masih terpuruk adalah kebijakan yang tidak bijaksana," terang Sulthan.

Keterpurukan itu, lanjut Sulthan, dapat dilihat dari pendapatan petani garam dan para pekerjanya yang masih rendah.

"Riset PBNU di Pamkesan Madura menunjukkan bahwa petani garam yang berlahan 1 hektar dengan patokan 250 ribu perton menghasilkan pendapatan Rp8 juta, setara dengan Rp1,5 juta perbulan. Sedangkan buruh tani garam hanya berpenghasilan 700ribu perbulan. Keduanya tidak mampu mencukupi kebutuhannya dan masih membutuhkan kerjaan sampingan," demikian Sulthan. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya