Berita

kiki syahnakri/ist

Menhan Ingatkan Krisis Nasionalisme, Kiki Syahnakri Tawarkan 7 Langkah

MINGGU, 14 AGUSTUS 2011 | 20:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Penyelesaian konflik yang tepat saat ini adalah dengan kecerdasan dan kemampuan otak, bukan dengan adu kekuatan. Adu kekuatan bukan lagi cara untuk menyelesaikan banyak masalah di negara ini. Pendidikan bela negara melalui pembangunan pondasi nasionalisme adalah cara masyarakat sipil untuk mengembangkan nilai-nilai luhur para pendiri bangsa yang sudah luntur.
 
Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, dalam seminar  kebangsaan bertajuk Seminari untuk Bangsa Indonesia di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, kemarin (Sabtu, 13/8). Hadir sebagai pembicara lainnya adalah Letjen TNI (P) Kiki Syahnakri  (Mantan Wakassad), Pos M. Hutabarat (Dirjen Pothan Kemenhan),  Brigjen Pol AA Maparessa (Kapus Sejarah POLRI), Kol. CPL Jan Pieter Ate  (Kabag Dokumentasi Kemenhan) dan dipandu oleh Kornelius Purba (Senior Managing Editor The Jakarta Post).

Purnomo menjelaskan bahwa kalau dahulu ancaman sifatnya masih bisa dinalar, sekarang sudah tidak bisa dinalar lagi.


"Saat ini banyak orang meledakan bom dengan membunuh dirinya sendiri, ini sudah di luar nalar," katanya.

Hal tersebut, kata Purnomo, bukti rasa nasionalisme mulai terkikis. Maka, lanjutnya, sudah selayaknya nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air harus terus dipupuk sejak dini. Ditegaskannya, untuk membela negara tidak harus menjadi militer tetapi melalui pembangunan pondasi nasionalisme. "Ini perlu dipupuk melalui pendidikan anaka-anak muda. Seminar ini merupakan refleksi yang tepat untuk mengembalikan nilai-nilai yang luntur," cetusnya.

Menurut Purnomo, negara bangsa Indonesia harus dibangun dalam satu kesatuan ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya dan Hankam. Tidak bisa hanya dibangun hanya dari salah satu sektor saja. Diingatkannya, Indonesia tidak dibangun dalam satu etnik semata, tetapi dibangun dengan susah payah melalui berbagai komponen masyarakat Indonesia seutuhnya, dan itulah bangsa Indonesia yang dikagumi dunia.

Terkait dengan hal tersebut, Kiki Syahnakari  menjelaskan, perang  yang berbahaya saat ini adalah perang budaya dan ekonomi yang bertujuan untuk menguasai perekonomian dan Sumber Daya Manusia (SDA) yang mengandalkan pada soft power, kekuatan non militer, seperti penguasaan teknologi informasi. Oleh karena itu, mantan Wakasad itu, ada 7 langkah untuk membangun kembali semangat kebangsaan yakni, kembali pada spirit pembukaan UUD 1945, membangun kepemimpinan yang kuat, berkarakter, nasionalis dan mampu memimpin perubahan, penantaan dan penegakan hukum secara total, dihidupkan kembali wawasan nusantara  dalam sisdiknas, mengembangkan karakter building, reformasi partai politik  dan birokrasi, membangun kembali toleransi antar umat beragama mengingat Indonesia adalah bangsa yang multikultural.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya