Berita

ilustrasi/ist

LPDB-KUMKM Tambah Bagian Baru 'Collection'

RABU, 10 AGUSTUS 2011 | 14:10 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Dalam rangka meningkatkan monitoring pengembalian pinjaman/pembiayaan dari Koperasi dan UKM, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) Kementerian Negara Koperasi dan UKM akan menambah satu bagian baru yakni bagian Pengendali Piutang atau Collection. Dengan demikian tingkat non-performing loan (NPL) dapat dipertahankan serta lancar tidaknya pembayaran dapat termonitor dengan baik. LPDB berharap strategi ini dapat bermanfaat di masa kini dan mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial dalam wawancaranya dengan beberapa wartawan saat menyambut Ramadhan dengan para karyawan di gedung SME Tower Gatot Subroto, Kamis (28/7).  

Kemas mengatakan, penambahan bagian ini rencananya efektif di bulan September 2011. Selain merupakan strategi LPDB, penambahan bagian ini merupakan upaya preventif  guna menghindari kredit macet. Kredit macet yang dimaksud adalah akibat keterlambatan maupun kelalaian koperasi dan UKM dalam mengembalikan pinjaman/pembiayaan kepada LPDB-KUMKM. Kelalaian tersebut yang berusaha ditekan oleh bagian “collection”. Bagian ini selain tugasnya sebagai “pengingat”, mereka juga berperan aktif dalam memantau pembayaran, jatuh tempo, serta berkomunikasi dengan para mitra LPDB-KUMKM di seluruh Indonesia.


“Collection akan menghubungi pengurus koperasi apabila waktu pembayarannya sudah dekat dengan jatuh tempo,” jelas Kemas Danial. Dengan batas satu minggu sebelum jatuh tempo, collection akan diingatkan melalui sistem komputer yang canggih. “Sistem akan mengidentifikasikan koperasi-koperasi yang sudah dekat waktu pembayaran, sudah jatuh tempo, harus membayar bunga, dan hal lainnya,” tambah Kemas Danial.

Warna hijau, menandakan koperasi atau mitra belum jatuh tempo pembayaran. Kuning, menandakan mitra tersebut tepat dalam membayar pinjaman dana bergulir. Warna orange, menandakan mitra sudah jatuh tempo namun kurang dari 120 hari, sedangkan warna merah menandakan mitra sudah jatuh tempo lebih dari 120 hari.

Tidak menggunakan jasa pihak ketiga dalam pengawasan dana bergulir, merupakan salah satu strategi LPDB-KUMKM dalam menghindari tindak kekerasaan yang umumnya bertindak “preman” dalam bekerjanya. “Upaya pendekatan persuasif tersebut tentu saja sejalan dengan asas koperasi yakni kekeluargaan,” papar Kemas Danial.

Harapannya, penambahan staf collection sebanyak enam orang untuk tahun 2011 ini, dapat meningkatkan mutu dan kualitas LPDB-KUMKM ke depan. Untuk tahun mendatang, direncanakan ada penambahan beberapa staf lagi untuk bagian tersebut. Tujuan paling utama adalah, menjaga tingkat NPL LPDB-KUMKM agar terjaga dengan baik. [wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya