Berita

sri mulyani/ist

Sri Mulyani Tidak Penting, Rakyat Butuh Perubahan Sekarang Juga

JUMAT, 05 AGUSTUS 2011 | 20:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Masyarakat diminta tidak terjebak dengan maraknya pemberitaan Sri Mulyani sebagai Capres 2014. Yang dibutuhkan saat ini bukanlah, apakah tokoh kapitalis neolib itu bakal menjadi pewaris kepemimpinan bangsa atau tidak, melainkan adalah perubahan seluruh tatanan bangsa secara radikal.

"Perubahan adalah hal yang tidak bisa ditunda lagi," ujar Ketua Presidium Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKRI), Stefanus Gusma kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 5/8).

Dikatakannya, banyak hal yang lebih penting daripada sekedar membahas Sri Mulyani yang notabene saat ini sedag dicitrakan dan ditokohkan sekalipun banyak dugaan negatif yang melekat pada dirinya. Saat ini pemerintah SBY tidak lagi sensitif terhadap persoalan bangsa.


Buktinya, kasus kekerasan di Papua, kasus bendera malaysia didaerah perbatasan Kalimantan Barat, naiknya harga bahan pokok, protes petani soal impor garam, kemiskinan yang semakin akut, pemberantasan korupsi dan mafia pemilu yang tidak kunjung selesai.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah membangun semangat dan kesadaran masyarakat lewat pengungkapan fakta-fakta kehancuran bangsa sehingga rakyat semakin kritis. Sehingga perbaikan dan perubahan benar-benar dalam kendali rakyat. Saat ini yang  perlu didorong adalah konsolidasi rakyat dan pemuda yang sudah sangat baik terjalin di daerah-daerah. Bangsa Indonesia butuh perubahan bukan skenario politik tampilan," katanya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya