Berita

sri mulyani/ist

CAPRES 2014

Awas, Integritas Sri Mulyani Cuma Pengalihan Isu!

JUMAT, 05 AGUSTUS 2011 | 20:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pencalonan Sri Mulyani sebagai presiden dikecam. Sri Mulyani disebut sebagai figur tak jujur. Menutupi ketokohan sebagai seorang kapitalis dan pembela kapitalisme dengan istilah integritas.

"Kalau kapitalis ya kapitalis saja. Jujur saja lah," ujar koordinator petisi 28 Haris Rusli Moti kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa waktu lalu.

Harusnya, kata Rusli, Sri Mulyani jujur saja seperti tokoh kapitalisme Indonesia lainnya, Rizal Mallarangeng yang secara terbuka mengakuinya.


"Kenapa harus takut dicap Kapitalis Neolib, lalu membungkusnya dengan isu Integritas," ucap Haris.

Haris juga mengingatkan Rocky Gerung CS, barisan pendukung Sri Mulyani sebagai Capres 2014. Katanya, kritik yang selama ini diarahkan kepada Sri Mulyani adalah kritik ideologis, bukan kritik moral. Pergeseran kritik ideologis ke ranah etis tidak etis atau soal integritas yang oleh Rocky Gerung Cs bukan pada tempatnya.

"Kok perdebatan ideologis dikaburkan jadi perdebatan soal moral, soal etis gak etis, soal integritas. Kok kita jadi kayak mahasiswa Filsafat Etika yang diajarkan oleh seorang yang telah menjual belikan bangsanya melalui serangkaian kebijakan," katanya lagi.

Ingat, sambung Haris, isu integritas yang dimainkan Sri Mulyani dan para pendukungnya berangkat dari persoalan rivalitas kepentingan modal antar pribadi dan group Sri dengan pribadi dan group Abu Rizal Bakrie, lalu diangkat menjadi seakan-akan persoalan semua orang. Publik dijebak, seakan-akan kalau anti Sri Mulyani pasti orangnya Ical, demikian juga sebaliknya.

"Lalu pertanyaannya, apakah IMF dan World Bank itu lembaga yang punya integritas? Defenisi integritas menurut pejabat IMF dan World Bank tentunya tak lain adalah eksploitasi atau  penjajahan terhadap sebuah bangsa di atas aturan-aturan moral yang telah mereka defenisikan sendiri," imbuhnya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya