ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS) yang menyerang syaraf tepi dan menyebabkan kelumpuhan mulai dari kaki hingga ke bagian tubuh lainnya butuh penyembuhan yang sangat lama. Biaya pengobatannya pun tergolong mahal.
Pada beberapa kasus, pasien GBS bisa sembuh sendirinya. Tapi, pada kasus lainnya bisa berakibat fatal seperti yang dialami Azka (4) di RS Azra Bogor dan Shafa Azalia (4) di Rumah Sakita Saint (St) Carolus, Jakarta. Sejak 17 OkÂtober 2010, Shafa hidup cuma mengandalkan alat bantu perÂnafasan atau venÂtilator dan obat untuk penderita GBS, yaitu GÂaÂmaÂmune (ImuÂnoglobolin). ObatÂnya sangat mahal dan pengÂguÂnaannya dalam waktu sehari terÂgantung pada berat badan. Harga satu botol tersebut berkisar Rp 2,2-Rp 2,7 juta sehari.
Senin (1/8) lalu, Menteri KeÂsehatan Endang Rahayu SedyaÂningsih membesuk Shafa di RS St Carolus, Jakarta. Dalam keÂsemÂpatan tersebut, Endang menÂjelaskan bahwa batas waktu keÂsembuhan pasien GBS itu belum diketahui pasti, maka pemerintah tidak bisa menanggung semua biaya perawatannya.
“Pemerintah hanya bisa bantu sebagian. Kalau kita bantu penuh, bisa berarti menghilangkan hak-hak orang lain yang memang butuh biaya pengobatan dari pemerintah,†ucap Endang.
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya melakukan sosialisasi GBS kepada masyarakat, baik lewat Dinas Kesehatan, PusÂkesmas atau Posyandu, dan meÂdia massa. Untuk meringankan beban pasien GBS, Menkes juga mengimbau para donatur berÂsedia membantu.
Pada Minggu (31/7), Menkes juga telah meÂngunjungi pasien GBS MuÂhamÂmad Azka Arriziq (4) anak tungÂgal dari Anto ArÂyanto (42) dan Rinawati Rina (39) di Rumah Sakit Azra, Bogor.
Dijelaskan, awal sebelum diÂnyaÂtakan menderita GBS, Azka mendadak mengeluhkan kakinya terasa kesemutan. Karena diÂanggap keluhan biasa saja, RinaÂwati membuat sebotol susu lalu kembali menidurkan anaknya.
Namun keesokan paginya, kondisi Azka memburuk. KaÂkinya sudah tidak bisa digerakkan dan jari-jari tangannya mulai beÂrat untuk digerakkan. Barulah saat itu, Rina membawa Azka ke RSUD Ciawi yang kemudian dirujuk ke RS Azra, Bogor. Mahalnya biaya pengobatan pasien GBS ini bisa membuat orang tua pasien kebingungan. Orangtua Azka sudah meÂngeÂluarkan dana Rp 100 juta untuk biaya pengobatan putranya seÂlaÂma 11 hari. [rm]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
Senin, 29 Desember 2025 | 01:10
Senin, 29 Desember 2025 | 08:40
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
UPDATE
Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40
Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22
Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59
Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45
Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25
Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59
Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42