Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Menkes Akui Penyakit GBS Membahayakan Anak

JUMAT, 05 AGUSTUS 2011 | 01:17 WIB

RMOL.Penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS) yang menyerang syaraf tepi dan menyebabkan kelumpuhan mulai dari kaki hingga ke bagian tubuh lainnya butuh penyembuhan yang sangat lama. Biaya pengobatannya pun tergolong mahal.

Pada beberapa kasus, pasien GBS bisa sembuh sendirinya. Tapi, pada kasus lainnya bisa berakibat fatal seperti yang dialami Azka (4) di RS Azra Bogor dan Shafa Azalia (4) di Rumah Sakita Saint (St) Carolus, Jakarta. Sejak 17 Ok­tober 2010, Shafa hidup cuma mengandalkan alat bantu per­nafasan atau ven­tilator dan obat untuk penderita GBS, yaitu G­a­ma­mune (Imu­noglobolin). Obat­nya sangat mahal dan peng­gu­naannya dalam waktu sehari ter­gantung pada berat badan. Harga satu botol tersebut berkisar Rp 2,2-Rp 2,7 juta sehari.

Senin (1/8) lalu, Menteri Ke­sehatan Endang Rahayu Sedya­ningsih membesuk Shafa di RS St Carolus, Jakarta. Dalam ke­sem­patan tersebut, Endang men­jelaskan bahwa batas waktu ke­sembuhan pasien GBS itu belum diketahui pasti, maka pemerintah tidak bisa menanggung semua biaya perawatannya.

“Pemerintah hanya bisa bantu sebagian. Kalau kita bantu penuh, bisa berarti menghilangkan hak-hak orang lain yang memang butuh biaya pengobatan dari pemerintah,” ucap Endang.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya melakukan sosialisasi GBS kepada masyarakat, baik lewat Dinas Kesehatan, Pus­kesmas atau Posyandu, dan me­dia massa. Untuk meringankan beban pasien GBS, Menkes juga mengimbau para donatur ber­sedia membantu.

Pada Minggu (31/7), Menkes juga telah me­ngunjungi pasien GBS Mu­ham­mad Azka Arriziq (4) anak tung­gal dari Anto Ar­yanto (42) dan Rinawati Rina (39) di Rumah Sakit Azra, Bogor.

Dijelaskan, awal sebelum di­nya­takan menderita GBS, Azka mendadak mengeluhkan kakinya terasa kesemutan. Karena di­anggap keluhan biasa saja, Rina­wati membuat sebotol susu lalu kembali menidurkan anaknya.

Namun keesokan paginya, kondisi Azka memburuk. Ka­kinya sudah tidak bisa digerakkan dan jari-jari tangannya mulai be­rat untuk digerakkan. Barulah saat itu, Rina membawa Azka ke RSUD Ciawi yang kemudian dirujuk ke RS Azra, Bogor. Mahalnya biaya pengobatan pasien GBS ini bisa membuat orang tua pasien kebingungan. Orangtua Azka sudah me­nge­luarkan dana Rp 100 juta untuk biaya pengobatan putranya se­la­ma 11 hari. [rm]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya