Berita

bonaran/ist

PILKADA TAPANULI TENGAH

Ada Maladministrasi, Mendagri Harus Tunda Pelantikan Bonaran-Syukran

KAMIS, 04 AGUSTUS 2011 | 23:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi diminta tidak melantik dulu Bonaran Situmeang dan Syukran Tanjung sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

"Kita minta ditunda dulu pelantikannya sampai tim independen bisa memberikan fakta-fakta investigasi atas kasus tersebut," ujar Direktur Eksekutif Komunitas Anak Muda Demokrat Sejati, Herbert Sitorus kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 5/8).

Kemenangan Bonaran-Syukran Tanjung dalam Pemilukada Tapanuli Tengah yang digelar beberapa waktu lalu masih menuai perlawanan melalui gugatan ke PTUN Medan, Mahkamah Konstitusi (MK) dan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang diajukan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Dina Riana Samosir-Hikmal Batubara dan duet bakal calon Albiner Sitompul-Steven Simanungkalit.


Perlu diketahui, pasangan Albiner Sitompul-Steven Simanungkalit dicoret oleh KPUD dari pencalonan Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Tengah. Kemudian mereka menempuh upaya hukum ke PTUN Medan. PTUN memenangkan perkara mereka dengan putusan memerintahkan KPU Tapanuli Tengah mengikutsertakan Albiner Sitompul-Steven Simanungkalit dalam pemilihan. Tetapi, KPU tidak melaksanakan perintah PTUN Medan tersebut.

Menurut Herbert, permasalah pokok Pemilukada Tapanuli Tengah sangat serupa dengan kasus di Jayapura. Bahkan, MK tidak berani menegakkan rasa keadilan bagi calon yang dicoret KPU untuk memerintahkan Pemilukada ulang. Seperti diketahui, permasalahan yang terjadi di Pemilukada Tapanuli Tengah tidak terlepas dari permasalahan mal-administrasi yang dilakukan KPUD Tapanuli Tengah dan ditimpali kinerja serta minimnya soliditas kader Partai Demokrat di DPRD Tapanuli Tengah.

"Mendagri harus secepatnya melakukan langkah untuk meneliti maladministrasi dengan cara membentuk tim yang independen untuk melakukan investigasi,” desaknya.

Sebab menurut Herbert, berdasarkan pengumpulan data atau informasi yang kami lakukan di Pilkada Tapanuli Tengah diduga ada seorang oknum dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang sering berperan mejadi makelar atau menjadi jembatan dalam banyak Pemilukada dengan berupaya menutup-nutupi terjadinya mal-administrasi tersebut.             

"Kita minta SBY agar turun tangan dan menindak tegas oknum DPP Demokrat yang melakukan mal adminisatrasi pada Pilkada Tapteng. Hal ini harus dilakuakan Demokrat agar bisa dipercaya lagi oleh rakyat,” pungkasnya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya