Berita

Orang Seperti Mulyani yang Menghancurkan Ekonomi Barat?

KAMIS, 04 AGUSTUS 2011 | 09:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagian rakyat Indonesia masih terpukau dengan label asing yang disematkan pada sosok Sri Mulyani. Sri Mulyani dinilai hebat hanya karena menjabat Managing Direktur Bank Dunia dan pernah menjabat di International Monetary Fund. Sama hebatnya dianggap, pada waktu lalu, ketika ada orang yang bekerja atau menjabat di Lehman Brothers Holdings Inc.

"Padahal kan kita tahu, mereka itulah yang menghancurkan ekonomi di Amerika dan di Eropa. Lehman Brothers itu ternyata pencuri, makanya hancur setelah 150-an tahun eksis. Jadi orang-orang seperti Sri Mulyani ini adalah orang-orang masa lalu  yang mencerminkan kegagalan kapitalisme global, gito lah," kata pengamat ekonomi politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online kemarin petang.

Soal keintegritasan Sri Mulyani yang selama ini dibesar-besarkan oleh pendukungnya, Syahganda mafhum. Karena menurut Syahganda, jargon neoliberalisme itu adalah good government. Karena itu, mereka akan mengklaim sebagai orang yang paling transparan, paling akuntabel.


"Sedangkan faktanya kan kita tahu, neolib itu lah yang paling rakus dan menghancurkan ekonomi di Amerika, Yunani, Italia, dan hampir semua negara Barat sekarang ini," katanya lagi.

Makanya, orang-orang seperti Sri Mulyani ini adalah tipikal masa lalu yang harus ditinggalkan, karena sudah jelas menghancurkan ekonomi negara. Ke depan, masih kata Syahganda, Indonesia harus memiliki cara pandang baru dengan mencontoh para pemimpin-pemimpin negara besar yang berhasil keluar dari jeratan neolib tersebut.

"Jadi Indonesia ini kalau mau selamat, harus bisa mencontoh perjalanan Brazilia dengan Lula dan sekarang Dilma (Rousseff) yang saat ini jadi presiden. Kita harus mencontoh Ahmadinejad, mencontoh Turki ada Erdogan, mencontoh keberhasilan Morales dan Chavez. Jadi kita harus keluar (dari pakem neolib). Kalau tidak, kita akan mengikuti kehancuran negara Barat sekarang," tegasnya.

Selain itu Syahganda menambahkan, China dan India juga layak untuk dicontoh. Di dua negara besar itu market tidak dibiarkan sebebas-bebasnya, tapi tetap  dikendalikan. Begitu juga dengan kebebasan demokrasi, harus dilihat dari kepentingan negara bangsa. Karena, kata Syahfanda, free market democracy yang dianut para neolib hanya memuja kebebasan, tapi tidak menjamin kesejahteraan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya