Fadjroel Rachman/ist
Fadjroel Rachman/ist
RMOL. Penanganan kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games dan proyek hambalang tidak akan tuntas, seperti pengusutan kasus-kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI), dan kasus korupsi rezim Orde Baru lainnya, yang sampai saat ini tak jelas juntrungannya. Hal ini karena kasus itu berhubungan dengan pusat kekuasaan.
"13 tahun reformasi berjalan tiba-tiba ada kasus hambalang dan wisma atlit. Maka dijamin ini akan macet. Kenapa? Karena berkaitan dengan kekuasaan. (Karena itu) sampai kiamat pun tidak akan selesai," ujar aktivis anti korupsi, Fadjroel Rachman dalam diskusi tentang kasus wisma atlit, di ruang wartawan, gedung Nusantara III, komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, (Jumat 29/7).
Meski begitu, Fadjroel menambahkan, masih ada peluang kasus wisma atlit dan hambalang ini bisa selesai. Yaitu pemimpin negeri ini harus bersih dulu sehingga pemberantasan korupsi berjalan dan kasus-kasusnya yang macet bisa diselidiki.
"Tapi mampukah dalam kondisi SBY berada di titik nadir, melakukan pemberantasan korupsi. Satu hal lagi, saya pesimis kasus wisma atlit dan hambalang bisa selesai sepanjang kekuasaan politik ada dalam genggaman Partai Demokrat," demikian aktivis yang pernah dijebloskan rezim Orde Baru ke penjara ini. [zul]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11