ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Sebagai lembaga ekstraordinary, sudah sepatutnya diambil langkah-langkah yang sifatnya extraordinary juga untuk menyelamatkan KPK. Dugaan keterlibatan pimpinan KPK ikut 'bermain' dalam berbagai kasus mesti diperiksa secara transparan.
"Harus ada langkah-langkah yang ekstraordinary. Perlu dibentuk tim eksternal yang independen," ujar Setara Institute, Hendardi di TV One sesaat lalu (Kamis, 28/7).
Beberapa waktu lalu, M Nazaruddin yang kini menjadi buronan KPK menyebut KPK tidak bersih. Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja disebut sudah bersepakat dengan Anas Urbaningrum akan menghentikan kasus suap pembangunan wisma atlet dengan konpensasi keduanya akan dipilih pada pencalonan mendatang. Ade dan Johan Budi (Kahumas KPK) bahkan pernah bertemu lebih dari sekali dengan Nazaruddin untuk membicarakan kasus yang diduga melibatkannya.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21