Berita

ilustrasi

Perlu Langkah Extraordinary Selamatkan KPK

KAMIS, 28 JULI 2011 | 21:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sebagai lembaga ekstraordinary, sudah sepatutnya diambil langkah-langkah yang sifatnya extraordinary juga untuk menyelamatkan KPK. Dugaan keterlibatan pimpinan KPK ikut 'bermain' dalam berbagai kasus mesti diperiksa secara transparan.

"Harus ada langkah-langkah yang ekstraordinary. Perlu dibentuk tim eksternal yang independen," ujar Setara Institute, Hendardi di TV One sesaat lalu (Kamis, 28/7).

Beberapa waktu lalu, M Nazaruddin yang kini menjadi buronan KPK menyebut KPK tidak bersih. Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja disebut sudah bersepakat dengan Anas Urbaningrum akan menghentikan kasus suap pembangunan wisma atlet dengan konpensasi keduanya akan dipilih pada pencalonan mendatang. Ade dan Johan Budi (Kahumas KPK) bahkan pernah bertemu lebih dari sekali dengan Nazaruddin untuk membicarakan kasus yang diduga melibatkannya.


Menurut Hendardi, informasi Nazaruddin ini tak cukup hanya diselesaikan dengan cara memeriksa mereka oleh tim etik yang dibentuk internal KPK. Hasil pemeriksaannya, sangat diragukan akan transparan.

Langkah pengunduran diri Johan Budi bagi Hendardi patut diapresiasi, sekalipun tentunya, informasi tersebut belum tentu benar. Chandra, katanya, seharusnya meniru langkah Johan tersebut.

"Memang belum tentu bersalah, tetapi bisa memberikan kesempatan untuk pemeriksaan yang independen," imbuhnya. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya