Berita

nazar/ist

Kaum Muda Demokrat Desak DPR Bentuk Pansus Nazaruddingate

SELASA, 26 JULI 2011 | 22:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komunitas Anak Muda (Kaum) Demokrat mendorong agar DPR membentuk Pansus Nazaruddingate. Pansus sangat dibutuhkan untuk mengecek segala isu yang dilemparkan oleh bekas kolega mereka, M Nazaruddin kepada publik melalui media.

Dikatakan Direktur Eksekutif Komunitas Anak Muda (KAUM) Demokrat, Herbert Sitorus kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 25/7), DPR perlu membentuk Pansus Nazaruddingate untuk membuat terang isu keterlibatan Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, Mirwan Amir dan yang lainnya seprtiseperti yang disampaikan Nazaruddin.

"Kaum Demokrat sejati mendorong DPR untuk membentuk pansus Nazaruddingate," kata Herbert.
 

 
Pansus perlu mengkaji dan melakukan pendalaman terhadap keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan Nazaruddin baik terkait pembangunan wisma atlet, Hambalang, suap pimpinan KPK atau yang lainnya. DPR, kata Herbert, harus memeriksa tuduhan-tuduhan keterlibatan semua pihak sebagaimana yang disebutkan Nazaruddin.
 
"Hal ini kami sampaikan karena ada kesan KPK dan Kepolisian tidak akan pernah bisa memulangkan M Nazaruddin ke Indonesia. Terbukti Kepolisian hanya mengatakan sudah tahu posisi Nazaruddin dimana bersembunyi, tapi tanpa melakukan tindakan penangkapan," sambung Herbert.

Upaya membuat terang harus dilakukan DPR lewat Pansus kareba apa yang dituduhan Nazaruddin sangat mengganggu. Dimana Anas Urbaningrum, sebagai ketua partai penguasa, disebut-sebut dalam kasus Hambalang, ia menggunakan dana APBN untuk berkampanye memenangkan bursa Ketua Umum partai dalam kongres Mei tahun lalu di Bandung.

"Ini sangat memalukuan PD. Sebagai kelompok muda, kami sangat malu. Apkah orang-orang tua di PD sudah tidak punya rasa malu," tandasnya. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya