RMOL. Akankan Partai Demokrat melakukan bersih-bersih terkait kader kotor seperti yang diarahkan Ketua Dewan Pembinanya, SBY di forum Rakornas di Bogor kemarin. Lalu, bisakah bersih-bersih itu dilakukan Demokrat di bawah kepemimpinan Anas Urbaningrum.
Pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti nampaknya ragu. Berbagai kasus yang menyeret Demokrat, katanya, membuat keyakinan Demokrat bisa beres-beres tidak akan terjadi.
"Ada kasus Century, ada Nazaruddin, ada Andi Nurpati yang bukan mustahil naik ke pengadilan, Jhonny Allen Marbun, ini kasus-kasus yang berat bagi Demokrat. Untuk bisa bersih-bersh secara benar sangat berat," kata Ikarar di Metro TV, beberapa saat lalu (Senin, 25/7).
Skandal dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun jelas menyeret nama Boediono. Sekalipun Boediono bukan orang Demokrat, tapi sebagai pasangan SBY di pemerintahan upaya bersih-bersih Demokrat terkait kasus tersebut nampaknya bakal mentok. Demokrat tidak bisa berbuat banyak.
Sementara Jhonny Allen Marbun yang merupakan Wakil Ketua DPP Demokrat diduga terlibat dugaan korupsi pembangunan bandara di wilayah Timur Indonesia. Dalam sidang terdakwa Abdul Hadi Djamal di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), nama Jhonny disebut telah menerima uang Rp 1 miliar. Menurut Abdul Hadi, dalam kasus suap itu ia menjalankan perintah Jhonny sebagai pimpinan Panitia Anggaran (Panggar) DPR yang berwenang meloloskan proyek pembangunan tersebut.
"Ibarat lumbung padi, Demokrat ini banyak tikusnya. Anas mungkin hanya menjaga tikus-tikus dari lumbung padinya saja," kata Ikrar bernada pesimis.
[dem]