Berita

Anas Mungkin Hanya Bisa Menjaga Tikus

SENIN, 25 JULI 2011 | 23:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Akankan Partai Demokrat melakukan bersih-bersih terkait kader kotor seperti yang diarahkan Ketua Dewan Pembinanya, SBY di forum Rakornas di Bogor kemarin. Lalu, bisakah bersih-bersih itu dilakukan Demokrat di bawah kepemimpinan Anas Urbaningrum.

Pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti nampaknya ragu. Berbagai kasus yang menyeret Demokrat, katanya, membuat keyakinan Demokrat bisa beres-beres tidak akan terjadi.

"Ada kasus Century, ada Nazaruddin, ada Andi Nurpati yang bukan mustahil naik ke pengadilan, Jhonny Allen Marbun, ini kasus-kasus yang berat bagi Demokrat. Untuk bisa bersih-bersh secara benar sangat berat," kata Ikarar di Metro TV, beberapa saat lalu (Senin, 25/7).


Skandal dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun jelas menyeret nama Boediono. Sekalipun Boediono bukan orang Demokrat, tapi sebagai pasangan SBY di pemerintahan upaya bersih-bersih Demokrat terkait kasus tersebut nampaknya bakal mentok. Demokrat tidak bisa berbuat banyak.

Sementara Jhonny Allen Marbun yang merupakan Wakil Ketua DPP Demokrat diduga terlibat dugaan korupsi pembangunan bandara di wilayah Timur Indonesia.  Dalam sidang terdakwa Abdul Hadi Djamal di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), nama Jhonny disebut telah menerima uang Rp 1 miliar. Menurut Abdul Hadi, dalam kasus suap itu ia menjalankan perintah Jhonny sebagai pimpinan Panitia Anggaran (Panggar) DPR yang berwenang meloloskan proyek pembangunan tersebut.

"Ibarat lumbung padi, Demokrat ini banyak tikusnya. Anas mungkin hanya menjaga tikus-tikus dari lumbung padinya saja," kata Ikrar bernada pesimis. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya