Berita

nazaruddin/ist

Seperti Mercon Banting, Stop Jadikan Nazaruddin Sebagai Pahlawan

SENIN, 25 JULI 2011 | 20:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.  Ormas pendukung SBY, Komite 33 meminta semua pihak tak membesarkan siulan M Nazaruddin. Upaya ke arah sana tak lain hanya sekedar memperbesar rumor. Ingat, apa yang disampaikan Nazaruddin hanyalah asumsi-asumsi belaka, bukan fakta hukum.

"Aneh, media, pengamat, analis dan orang-orang cerdas terus saja memperdebatkan isu dan rumor," ujar Wakil Ketua bidang Hukum dan Politik Komite 33, Jemmy Setiawan saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu (Senin, 25/7).

Sangat miris, kata Jemmy, semuanya membesar-besarkan siulan Nazaruddin. Semuanya saling tuduh karena siulan Nazaruddin. Perlu diketahui, sambungnya, Nazaruddin melakukan hal itu karena dirinya mendapati saluran yang buntu di dalam ranah hukum, lalu membawa masalahnya ke wilayah politik. Kalau memang benar Nazaruddin punya bukti, maka kembalilah ke Indonesia dan bawa segepok buktinya.


"Nazaruddin itu mercon banting. Dia berasumsi, tidak bisa membuktikan secara hukum. Lalu mengapa semuanya ikut permainan dia," sebutnya.

Ditambahkannya, ketidakmauan Nazaruddin datang ke Indonesia dan menyampaikan setiap informasi yang dia klaim kepada penyidik KPK menjadi bukti kalau suami dari Neneng Sriwahyuningsih itu tidaklah memiliki bukti-bukti atau fakta yang menguatkan atas siulannya. Siulannya benar-benar rumor.

"Tidak tepat kalau asumsi diperdebatkan. Sudahlah, media stop fasilitasi Nazaruddin seperti pahlawan.  Kita harus objektif dan berimbang. Jangan omongan Nazaruddin seolah-olah dianggap sebagai kebenaran. Stop berasumsi terhadap Demokrat juga," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya