Berita

nazaruddin/ist

Nazaruddin Tinggal di Kampung Arab?

JUMAT, 22 JULI 2011 | 22:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dimanakah posisi Nazaruddin saat ini. Kemarin malam, buronan interpol itu melakukan wawancara audio visual lewat fasilitas Skype dengan Iwan Piliang.

Melalui pesan BlackBerry-nya, Nazaruddin mengaku saat melakukan wawancara tersebut dirinya tengah berada di Singapura. Dimanakah tempat pastinya? Nazaruddin tidak merinci.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Rakyat Merdeka Online, M Nazaruddin memang bersembunyi di negara Singa, tepatnya di Kampung Arab (Arab Street).


Kampung Arab adalah pusat masyarakat Muslim di Singapura. Daerah ini merupakan tempat penjualan songkok, kitab suci Al’Quran, sajadah dan tekstil. Kampung Arab juga terkenal sebagai tempat untuk batik dari Indonesia dan Malaysia, kain buatan tangan yang sangat indah dengan metode pencelupan lilin dan biasanya dijual sepanjang sarung.

Perlu diketahui, di Kampung Arab-lah Nazuddin memantau roda bisnisnya selama  buron. Secara diam-diam dan sistematis, Nazaruddin tetap menjalankan proyek-proyek yang menggunakan dana APBN dan BUMN dengan bantuan seorang manajer lapangan berkelas CEO. Sang CEO, demikian disebutkan, adalah seorang politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Sumatera Selatan yang gagal dalam Pemilu 2009 lalu.

Ia dikenal sebagai pengusaha penyedia alat keamanan seperti metal detector yang bergabung dengan grup bisnis Nazaruddin sejak 2009. Juga disebutkan bahwa walau berkuasa dan menentukan arah perusahaan Nazaruddin, tapi ia tidak tercatat secara resmi di akte perusahaan.

Namun yang jelas, informasi menyebutkan bahwa sang CEO tahu persis posisi pundi uang Nazar dan berperan sebagai tukang pos yang setia mengantar uang ke tempat persembunyian Nazaruddin.

"Tiap minggu antara dua sampai tiga kali ia bertemu dengan buronan Nazaruddin. Fasilitasnya memang luar biasa, mulai gaji puluhan juta rupiah, mobil mewah Vellfire, apartemen mewah di bilangan Kuningan, dan lain-lain," demikian informan Rakyat Merdeka Online mengatakan. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya