Berita

chandra m/ist

Chandra Hamzah dan Ade Rahardja Harus Dipastikan Bersih

JUMAT, 22 JULI 2011 | 17:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta memeriksa dugaan pelanggaran dua kandidat pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Ade Rahardja sebagaimana disampaikan bekas Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin.

Beberapa waktu lalu, buronan KPK, M Nazaruddin menuding Chandra M Hamzah pernah menerima sejumlah uang dari seorang pengusaha pemenang tender pengadaan seragam pertahanan sipil (Hansip). Chandra dan Ade Rahardja, disebut Nazaruddin, pernah bertemu Anas Urbaningrum lalu bersepakat akan memilih keduanya dengan kompensasi tidak mengusut tuntas kasus suap pembangunan wisma atlit Sea Games.

"Harus ditelusuri apakah benar demikian atau tidak. Saya kira apa yang disebutkan (Nazaruddin) itu bahan bagi Pansel untuk mempertimbangkan kelulusan mereka," ujar Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.


Penelusuran terhadap tudingan M Nazaruddin oleh Pansel KPK, kata Ray, penting agar KPK tidak diisi oleh orang-orang yang tidak bermasalah sehingga lembaga superbody itu nantinya dapat bekerja tanpa masalah baru. Tidak ada, sambung Ray, konflik interest yang terjadi.

"Terlebih dahulu KPK-nya harus bersih. Kalau tidak maka pemberantasan korupsinya akan susah," tandas Ray. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya