Berita

gedung sate/ist

Menkop: Jabar Andalan Revitalisasi Koperasi

KAMIS, 21 JULI 2011 | 23:58 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pemerintah berencana menjadikan wilayah Jawa Barat (Jabar) sebagai kawasan andalan guna merealisasikan program-program perkoperasian. Jabar dipilih karena memiliki potensi luar biasa dengan ragam sektor usaha.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), Syarief Hasan mengatakan, pemerintah berharap, Jabar menjadi daerah andalan program revitalisasi koperasi.

"Harapannya memang seperti itu. Direncanakan, program pemerintah untuk revitalisasi koperasi mulai bisa digulirkan di Jawa Barat tahun 2012 mendatang," ujar menteri Syarief saat membuka Cooperative Fair 2011 di Bandung, kemarin.


Program revitalisasi koperasi yang dicanangkan pemerintah pada 2012, nantinya bergulir selama 5 tahun atau hingga 2017 dan melalui program revitalisasi diharapkan konglomerasi koperasi dapat tercipta. "Agar bisa lebih berdaya saing dan memberikan manfaat sekaligus mendorong laju perekonomian, sebaiknya, koperasi Indonesia melakukan beragam perubahan signifikan," katanya.

Hal signifikan yang mesti yang perlu dirubah, lanjut Syarief, antara lain dengan mengubah mindset, misalnya meningkatkan peran koperasi.

Sehingga pada masa mendatang, koperasi, sambungnya, tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan para anggotanya, tetapi juga melakukan perubahan skala usaha. Yang semula usaha koperasi skala lokal, nanti harus bisa menjadi skala regional bahkan kalau memungkinkan skala nasional.

Syarief lebih jauh menjelaskan, dalam pelaksanaan revitalisasi koperasi itu, harus fokus pada beberapa sektor usaha. Seperti pengelolaan sektor sumber daya manusia. Jika sudah demikian, Jabar memang bisa diandalkan dalam program revitalisasi koperasi.

Pada kesempatan sama terkait sertifikat halal bagi produk KUMKM asal Jawa Barat, Kepala Dinas KUMKM Jabar, Wawan Hermawan menyebutkan bahwa, produk KUMKM Jawa Barat yang baru mengantongi sertifikat halal sebanyak 6.000 merek makan olahan.

"Kita terus berupaya agar para pelaku KUMKM di Jawa Barat, khusus di bidang makanan olahan, memiliki sertifikat halal. Sertifikasi itu penting karena dapat mempercepat pertumbuhan bisnis pelaku KUMKM," paparnya.

Ke-6 ribu merek besertifikat halal itu sebesar 47 persen atau 2.820 sertifikat merupakan bantuan Dinas KUMKM. Pihaknya siap memfasilitasi proses sertifikasi halal terhadap produk KUMKM di Jawa Barat tahun pada 2012 mendatang.

"Tahun ini kami akan membantu proses sertifikasi halal terhadap 400 produk makanan olahan. Sertifikat ini akan meningkatkan daya saing dan ini bukan pekerjaan mudah untuk mendapatkannya, di tengah pasar bebas seperti sekarang," paparnya.

Pihaknya akan terus menyampaikan kepada para pelaku KUMKM betapa pentingnya sertifikat halal tersebut. Kendati harus diakui, dalam proses sertifikasi ini masih menjadi kendala bagi pelaku usahanya.

"Karena proses biayanya sebesar Rp 1 juta, masih dinilai mahal dan memberatkan. Di sisi lain, kami juga akan membenahi proses sertifikasi agar bisa lebih cepat," ungkapnya. [dem]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya