Berita

Olahraga

Inter Milan Diminta Hibahkan Scudetto 2006

KAMIS, 21 JULI 2011 | 05:47 WIB

RMOL. FIGC meminta Inter Milan ikh­las jika gelar scudetto yang me­reka raih di musim 2005–2006 dicabut. Pasalnya, federasi se­pak­bola Italia tersebut tak punya kuasa mencopot gelar karena tak ada dasar hukum yang kuat.

Awal pekan ini FIGC mene­gas­kan tak bisa memenuhi tun­tutan Juventus untuk mencopot trofi Seri A tahun 2006. Trofi itu diberikan Juve kepada Inter setelah Si Nyonya Tua ketahuan terlibat skandal Calciopoli yang menyebabkan mereka tak hanya kehilangan gelar, namun juga turun kasta ke Seri B.

Juve yang tidak terima gelar­nya hilang, baru–baru ini mene­mukan bukti berupa rekaman penyadapan telepon menunjuk­kan kalau–La Beneamata juga terlibat dalam pengaturan penun­jukkan wasit dalam skandal Cal­ciopoli. Juve pun meminta FIGC untuk menarik kembali gelar ter­sebut dari tangan Inter.


Namun ternyata FIGC tak bisa memulangkan gelar tersebut ke tangan klub asal Turin tersebut, meski telah ada bukti kuat reka­man percakapan telepon. Pasal­nya dari hasil voting yang me­nentukan nasib gelar juara Seri A tersebut, 23 pemilik suara me­nyatakan setujuh bahwa Inter ada­­lah juara yang sah. Satu suara ti­dak setuju dan dua lainnya abstain.

Komite Eksekutif FIGC juga menolak klaim tersebut karena kasus ini dianggap sudah kada­luarsa sehingga sesuai statuta limitasi yang berlaku, mereka tak berhak lagi mengutak-atiknya.

Oleh karena itulah, FIGC me­minta Inter melawan statuta li­mi­tasi dan dengan sukarela me­lepas gelar pemberian tersebut. Bukan atas nama hukum, tapi de­mi nama etika mengingat su­dah adanya bukti nyata tentang ke­ter­libatan Inter di skandal Cal­ciopoli.

“Saya harap Inter mengabai­kan statute of limitations (status di luar batas waktu) untuk kasus ini. Ti­dak ada statute of limita­tions da­lam masalah etika,”sahut Presiden FIGC, Giancarlo Abete di Foot­ball Italia. “Kita memang harus berpe­doman pada aturan (hukum). Tapi jika aturan terse­but tidak me­muas­kan sebagian pihak, maka itu di luar wewe­nang kami,” lanjut dia.   [rm]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya