Berita

dalai lama/ist

Dunia

Gedung Putih Cuekin Peringatan China, Dalai Lama Tetap Disambut Hangat

SABTU, 16 JULI 2011 | 12:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. China mendesak Amerika Serikat untuk membatalkan rencana pertemuan antara Presiden Barack Obama dan Dalai Lama. Negeri Komunis itu menekankan, pertemuan tersebut hanya akan memperburuk hubungan Amerika Serikat dan China.

Pendapat tersebut disampaikan oleh seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, yang menyatakan bahwa negaranya akan menentang setiap pertemuan pejabat pemerintah asing dengan tokoh yang dianggap China sebagai pejuang separatis itu. Maka Obama harus sesegera mungkin membatalkan keputusannya bertemu Dalai Lama dan menghentikan setiap upaya yang dapat menganggu hubungan AS dan Cina.

Pemerintah AS telah membuat pengumuman pada Jumat malam (15/7) bahwa Obama akan menyambut pemimpin spiritual itu di Gedung Putih pada hari ini dan menjanjikan dukungan untuk penegakan hak asasi manusia di Tibet.


"Presiden akan terus memberikan dukungannya untuk melakukan dialog antara perwakilan Dalai Lama dan pemerintah Cina untuk menyelesaikan perbedaan (diantara keduanya)," demikian Gedung  Putih seperti tertulis dalam pernyataannya yang dilansir beberapa media internasional (Sabtu, 16/7).

China menuduh Dalai Lama, yang pernah mendapat hadiah Nobel perdamaian, sebagai tokoh separatis yang melegalkan penggunaan kekerasan dalam memerdekakan Tibet. China masih menganggap Tibet sebagai salah satu teritorinya.

Dalai Lama yang beberapa waktu lalu memutuskan hengkang dari jabatan politik di Tibet, menyangkal tuduhan pemerintah Cina tersebut dan menyatakan bahwa yang ia lakukan hanyalah transisi damai dalam pemberian otonomi bagi wilayah yang berada di daerah Himalaya tersebut.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya