RMOL. Rencananya, Presiden Venezuela, Hugo Chavez, akan kembali ke Kuba untuk menjalani fase kedua penyembuhan penyakit kankernya pada hari ini (Sabtu, 16/7). Chavez dijadwalkan akan menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk mengekstrak semua sel-sel kankernya.
Rumor yang beredar mengatakan Chavez menderita kanker prostat. Pengumuman berobat ke Kuba ini disampaikan Chaves seusai melakukan pertemuan dengan Presiden Peru yang baru terpilih, Ollanta Humala, di Caracas.
Chavez sebelumnya telah menghabiskan waktu satu bulan untuk berobat di Kuba dan sejak kembali dari Kuba 4 Juli lalu, atas perintah dokter, presiden berusia 56 tahun ini telah memangkas beban kerjanya.
Sebelum berangkat ke Kuba, Chaves telah memberikan kewenangan kepada Majelis Nasional Venezuela untuk mengambil alih otoritas negeri tersebut.
Seperti dilansir
BBC (Sabtu, 16/7), sejak kembali dari Caracas, Chavez tampak ringkih. Wajahnya pucat dan tampak tambah kurus yang membuat jalannya tidak tegap lagi.
"Saya sedang menghadapi saÂlah satu pertempuran terbesar daÂlam hidup. Dengan kasih TuÂhan, kita akan memeÂnangÂkanÂnya," kata Chavez.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan, siapa yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan kepemimpinannya di Venezuela karena hingga saat ini belum ada tokoh yang memiliki kepribadian tegas seperti Hugo Chavez.
Diduga Upaya Chavez menyembuhkan penyakitnya ini untuk kembali mengikuti pemilihan umum presiden pada akhir 2012 nanti.
Selama 12 tahun kekuasaannya, Presiden Chavez telah membangun dukungan mendalam dari antara rakyat miskin dengan pengeluaran pada program-program sosial. Tapi, ada masalah yang belum diselesaikannya seperti inflasi yang tinggi, kekurangan tenaga listrik dan kurangnya perumahan yang terjangkau.
Sebelumnya, Chavez berpiÂdato di lapangan Bolivar. Dia menyeÂrukan “revolusi abadiâ€, sambil berjanji akan mendorong kemaÂjuan ideologi sosialis yang dia anut, terinspirasi pergerakan Revolusi Bolivarian. Nama geÂraÂkan itu diambil dari nama pahÂlawan kemerdekaan Venezuela Simon Bolivar.
“Revolusi Bolivarian, revolusi sosialis tidak akan pernah pergi dari negeri ini,†ucap Chavez.
Pendukungnya bertepuk taÂngan saat upacara Kamis, yang bertepatan dengan perayaan peÂringatan dua abad kemerÂdeÂkaan negara itu. Chavez mengÂiÂbarkan bendera di alun-alun di pusat kota Caracas, lagu kebangsaan dimainkan.
Acara ini disiarkan langsung di semua stasiun televisi negara dan radio. Pembawa acara dari Plaza Bolivar meneriakkan,
“El Comandante Hugo Chavez!â€Kerumunan merespons, “Maju Terus Komandan!†Presiden melambaikan tangan dan meÂniupkan ciuman. Dia membalas seraya berteriak,“Saya akan hiÂdup, kita akan hidup, untuk tanah air ini,†tutupnya.
[ald]